KEMENDUKBANGGA: MBG Percepat Penurunan Stunting sejak Fase Awal Kehidupan

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah (kedua kanan) menyerahkan penghargaan kepada lembaga yang berperan mencegah stunting pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (5/3/2026). (Antara/Tumpal A Aritonang)

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah (kedua kanan) menyerahkan penghargaan kepada lembaga yang berperan mencegah stunting pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (5/3/2026). (Antara/Tumpal A Aritonang)

SuarIndonesia — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan mempercepat penurunan stunting sejak fase awal kehidupan.

“Program tersebut menyasar kelompok prioritas yang dikenal sebagai tiga B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah saat Rakorda Bangga Kencana 2026 di Banjarmasin, Kamis (5/2/2026).

Menurut dia, intervensi pada kelompok tersebut sangat penting karena periode kehamilan hingga usia balita merupakan fase krusial yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak di masa mendatang.

“BKKBN tidak secara langsung mengelola anggaran program tersebut, namun lembaga tersebut berperan mendukung pelaksanaan program melalui pendataan keluarga serta pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga,” kata Farah Adibah, melansir dari AntaraNews.

Ia menyebut pendataan keluarga dilakukan secara rinci melalui pendekatan by name by address yang memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi keluarga secara lebih akurat sehingga intervensi gizi dapat diberikan kepada kelompok sasaran yang tepat.

Baca Juga :   KEMENHUT Verifikasi Usulan Rehabilitasi Mangrove dan RHL Kalsel

Selain itu, data yang dikumpulkan oleh penyuluh keluarga berencana di lapangan juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengidentifikasi keluarga yang memiliki risiko stunting sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

Farah mengatakan pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci dalam berbagai program percepatan penurunan stunting karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan pola asuh dan pola makan anak.

BKKBN juga menjalankan berbagai program pendukung seperti Taman Asuh Sayang Anak yang memantau tumbuh kembang anak di tempat penitipan serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan gizi.

“Kombinasi intervensi gizi, penguatan peran keluarga, serta pemanfaatan data keluarga yang akurat diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Farah Adibah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca