SuarIndonesia — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan mempercepat penurunan stunting sejak fase awal kehidupan.
“Program tersebut menyasar kelompok prioritas yang dikenal sebagai tiga B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah saat Rakorda Bangga Kencana 2026 di Banjarmasin, Kamis (5/2/2026).
Menurut dia, intervensi pada kelompok tersebut sangat penting karena periode kehamilan hingga usia balita merupakan fase krusial yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak di masa mendatang.
“BKKBN tidak secara langsung mengelola anggaran program tersebut, namun lembaga tersebut berperan mendukung pelaksanaan program melalui pendataan keluarga serta pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga,” kata Farah Adibah, melansir dari AntaraNews.
Ia menyebut pendataan keluarga dilakukan secara rinci melalui pendekatan by name by address yang memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi keluarga secara lebih akurat sehingga intervensi gizi dapat diberikan kepada kelompok sasaran yang tepat.
Selain itu, data yang dikumpulkan oleh penyuluh keluarga berencana di lapangan juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengidentifikasi keluarga yang memiliki risiko stunting sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.
Farah mengatakan pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci dalam berbagai program percepatan penurunan stunting karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan pola asuh dan pola makan anak.
BKKBN juga menjalankan berbagai program pendukung seperti Taman Asuh Sayang Anak yang memantau tumbuh kembang anak di tempat penitipan serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan gizi.
“Kombinasi intervensi gizi, penguatan peran keluarga, serta pemanfaatan data keluarga yang akurat diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Farah Adibah. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















