DPRD Banjarmasin Minta Juknis BOS Disosialiasikan

DPRD Banjarmasin Minta Juknis BOS Disosialiasikan

Suarindonesia – Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Dedy Sophian SE mengingatkan, agar sekolah dalam pengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan program yang telah direncanakan. Karena itu perlu diberikan sosialisasi pengelolaan supaya sesuai petunjuk teknis mekanisme pengelolaan.

Karena Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah menerbitkan Nomor : 8 tahun 2019 tentang petunjuk teknis (juknis) santunan dan bantuan BOS tahun 2019. Sehingga mekanisme pemanfaatan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2019 mendatang harus berbasis program dengan cara dimasukkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).

Untuk memperjelas terkait perubahan mekanisme pemanfataan dana BOS tersebut, Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin telah melakukan konsultasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (18/1) lalu.

Sehubungan dengan itu Dedy Sophian meminta, agar pihak Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mensosialisasikan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 8 tahun 2019 tersebut kepada seluruh SD dan SMP di kota ini.

Dia menyebutkan, agar dana BOS tersebut nantinya digunakan sesuai dengan pos anggaran yang telah disusun sebelumnya. Dengan catatan setiap program rencana kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan harus dilakukan penyempurnaan.

Pasalnya, pengelolaan dana BOS 2019 ini ada kemiripan dengan mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena itu, pihak sekolah harus membuat estimasi untuk setiap pos anggaran yang akan dibelanjakan.

Menurut Dedy Sophian, perbedaan pengelolaan dana BOS yang dulu hanya sebatas RAPBS saja. Sementara pengelolaan dana BOS yang baru saat ini sudah diperjelas lagi dengan mata anggaran masing-masing.

“Sesuai ketentuan penggunaan dana BOS tidak diperuntukkan untuk membangun gedung sekolah baru. Melainkan ada 12 item yang bisa digunakan untuk keperluan sekolah. Di antaranya rehab kecil, gaji guru honorer TU dan pegawai sekolah, persiapan ujian, dan keperluan sekolah lainnya,’’ katanya.

Untuk rehab kecil ini misalnya memperbaiki kunci pintu yang rusak, memperbaiki papan tulis, mengganti kaca yang pecah, dan membeli keperluan seperti spidol, penghapus dan lainnya.

Dia berharap seluruh sekolah dapat mengelola dana BOS yang dananya bersumber bantuan pemerintah pusat melalui APBN ini digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Hal lebih penting dijadikan perhatian kepala sekolah dan bendaharawan tidak melakukan penyelewengan apapun dalam pengelolaan dana BOS tersebut. Karena dana ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,“ demikian kata Dedy Sophian.(SU)

 219 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: