DOKTER Peneliti Kanker Bebas dari Kanker Otak Berkat Penelitiannya

- Penulis

Selasa, 11 Juni 2024 - 00:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua peneliti kanker, Profesor Georgina Long (kiri) dan Profesor Richard Scolyer (kanan), diberi penghargaan sebagai Warga Australia Terbaik 2024. [Getty Images]

Dua peneliti kanker, Profesor Georgina Long (kiri) dan Profesor Richard Scolyer (kanan), diberi penghargaan sebagai Warga Australia Terbaik 2024. [Getty Images]

SuarIndonesia — Dokter ternama dari Australia, Richard Scolyer berhasil menghilangkan kankernya setahun setelah menjalani perawatan kanker otak pertama di dunia. Terapi eksperimental itu dibuat berdasarkan penelitiannya sendiri.
Jenis glioblastoma alias kanker otak yang diidap oleh Prof Scolyer sifatnya sangat agresif. Bahkan, mayoritas pasien hanya mampu bertahan hidup kurang dari setahun.

Tetapi pada Selasa (15/05) silam , pria berusia 57 tahun itu mengumumkan hasil pemindaian MRI terbarunya menunjukkan tumor-nya tidak muncul lagi.

“Jujur, saya saat itu lebih gugup daripada pemeriksaan-pemeriksaan sebelum ini,” katanya kepada BBC.

“Saya kagum dan senang sekali, benar-benar merasa bahagia.”

Scolyer merupakan salah satu ahli medis paling terkemuka di Australia.

Tahun ini, ia dianugerahi Australian of the Year [warga Australia terbaik tahun ini] bersama dengan kolega dan temannya, Georgina Long.

Mereka menerima penghargaan itu berkat hasil riset mereka yang revolusioner terkait melanoma, jenis kanker kulit berbahaya.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Scolyer dan Long, selaku direktur Melanoma Institute Australia, telah meneliti terapi imun yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kanker.

Hasil penelitian mereka meningkatkan kondisi kesehatan secara dramatis bagi pasien melanoma lanjutan di seluruh dunia.

Kini, 50% dari pengidap melanoma sudah hampir sembuh total, kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan tingkat kesembuhan sebelumnya, yakni kurang dari 10%.

Penelitian yang sama kemudian digunakan Prof Long, bersama tim dokter, untuk berupaya menemukan obat untuk kanker otak Prof Scolyer.

Profesor Richard Scolyer mengatakan dia ‘sangat bahagia’ mendengar berita bahwa tumornya tidak kambuh lagi. [X/Richard Scolyer]
Apa teknik perawatan sel kanker yang digunakan Scolyer?
Pada konteks kanker kulit, Prof Long, seorang ahli onkologi medis ternama, dan timnya menemukan bahwa terapi imun mampu bekerja lebih baik ketika menggunakan kombinasi obat-obatan, dan ketika digunakan sebelum operasi pengangkatan tumor.

Maka, Prof Scolyer menjadi pasien kanker otak pertama yang menjalani terapi imun dengan kombinasi obat sebelum operasi.

Ia juga merupakan pasien pertama yang menerima vaksin yang dibuat khusus sesuai ciri-ciri tumornya. Vaksin ini membantu dalam menguatkan obat-obatan pendeteksi kanker.

Setelah melewati beberapa bulan penuh perawatan di awal tahun, yang diwarnai serangan epilepsi, masalah hati hingga pneumonia Prof Scolyer mengaku dirinya merasa lebih sehat.

“Saya belum pernah merasa sebaik ini,” kata Scolyer, yang menambahkan ia sudah kembali berolahraga setiap hari. Biasanya, ia gemar berlari santai sejauh 15 kilometer.

Baca Juga :   SERTIJAB Kapolsekta Banjarmasin Barat, Begini Pesan Kapolresta

“Itu bukan berarti kanker otak saya sembuh total tapi saya cukup senang bahwa kanker itu belum kembali timbul, jadi saya ada lebih banyak waktu untuk menikmati hidupku dengan istri saya, Katie, dan tiga anak-anak saya.”

Perjalanan terjal penyembuhan kanker
Sejauh ini, hasilnya cukup menggembirakan bagi dua orang ahli itu yang mungkin semakin dekat dalam menghasilkan temuan yang dapat membantu sekitar 300.000 orang yang menderita kanker otak secara global setiap tahun.

Scolyer dan Long sebelumnya mengatakan peluang penyembuhan total kanker “sangat kecil”, tapi mereka berharap uji coba pengobatan dapat membuat Prof Scolyer hidup lebih lama dan pengobatan itu dapat dijalankan lewat uji klinis bagi pasien kanker otak lainnya.

Profesor Scolyer (kanan), berfoto bersama Profesor Long, masih belum menunjukkan tanda-tanda kambuh hampir 12 bulan sejak didiagnosis menderita kanker otak tingkat empat. [skyNEWS]
Mereka memiliki makalah ilmiah yang sedang dikaji, yang mencatat hasil perawatan yang dijalani Prof Scolyer dalam beberapa pekan pertama, tetapi Prof Long mengatakan perjalanan mereka masih jauh dari menghasilkan pengobatan yang disetujui dan formal.

“Kami menghasilkan kumpulan data besar yang dapat menjadi landasan untuk langkah selanjutnya, agar kami bisa membantu lebih banyak orang,” katanya.

“Kami belum sampai sana. Hal yang seharusnya menjadi fokus adalah [membuktikan] pendekatan terapi imun kombinasi pra-operasi dapat benar-benar diterapkan pada banyak orang.”

Roger Stupp, dokter yang namanya digunakan untuk protokol pengobatan kanker otak saat ini, mengatakan kepada BBC bahwa pada awal tahun, ia menyebut perkembangan penyakit Prof Scolyer “suram”, dan terlalu dini untuk menyebut pengobatan itu berhasil.

Walaupun ia menilai hasil awal pengobatan Scolyer cukup “memberi harapan”, tetapi ia ingin melihat Scolyer mencapai 12 bulan hingga 18 bulan tanpa kankernya timbul sebelum terlalu optimis.

Prof Scolyer mengatakan dia cukup bangga dengan data dari perawatannya. Ia berterima kasih kepada keluarga dan tim medisnya yang sudah mendukung “eksperimen” tersebut.

“Saya bangga dengan tim yang bekerja sama dengan saya. Saya bangga mereka rela mengambil risiko dengan memilih jalan ini.”

“[Ini] memberikan sedikit harapan bahwa mungkin ini adalah arah penelitian yang layak didalami dengan lebih formal.” [*/UT]

*) BBC Indonesia-detikNews

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca