SuarIndonesia – Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Mahyuni meyakini anggapan bahwa arus perputaran ekonomi akan bergeser ke Banjarbaru seperti kebutuhan bahan pokok dan sandang-pangan keliru.
“Tidak juga, semuanya normal,” ketusnya usai kegiatan pertemuan SKPD tingkat provinsi di Setdaprov Kalsel yang dipimpin Wakil Gubernur Kalsel Muhidin dan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, Banjarbaru, Senin (7/3/2022).
Dia menambahkan, begitu pula jika perpindahan ibukota provinsi bukan berlokasi di Banjarbaru maka sektor ekonomi Banjarmasin tetap normal.
Mengapa demikian, karena di Kota Banjarmasin terdapat pelabuhan laut yang merupakan gerbang utama perekonomian.
Kepadatan penduduk di kota Banjarmasin juga mempengaruhi arus ekonomi di kota Banjarmasin.
“Ekonomi di Banjarmasin akan tetap normal meski bukan ibukota lagi,” urainya.
Terpisah, pengamat ekonomi, M Arif Budiman, yang juga sebagai dosen Akuntansi Lembaga Keuangan Politeknik Negeri Banjarmasin, mengatakan banyak pihak yang tidak menghendaki perpindahan tersebut.
Dia pun memprediksi perpindahan Ibukota provinsi ke Banjarbaru yang sebelumnya di Banjarmasin akan berdampak pada sektor ekonomi.
“Sebenarnya kita tidak menghendaki perpindahan itu betul-betul terjadi dan masih berharap serta berusaha agar pasal mengenai perpindahan ibukota itu dapat dibatalkan melalui mekanisme judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK),” ujarnya, beberapa waktu lalu.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















