SuarIndonesia – Pihak Museum Lambung Mangkurat mewacanakan akan membangun halte untuk menunjang angkutan massal seperti bus rapid transit (BRT) atau bus by the service (BST).
Kasubbag TU Museum Lambung Mangkurat, M. Taufik Akbar, menyebut pihaknya sedang memikirkan membuat pengembangan halaman depan museum. Pembangunan halte menurutnya buka sesuati hal yang mustahil apabila disetujui dalam penganggaran.
Dikatakan Akbar, adanya halte di depan museum selain memudahkan masyarakat pengguna angkutan massal, juga sekaligus untuk mempromosikan keberadaan museum.
“Jika ada halte tentu bus angkutan massal akan selalu berhenti di depan museum, secara tidak langsung penumpang dalam bus juga akan mengetahui dan melihat keberadaan museum.
Sasarannya dengan ada halte maka jadi promosi untuk museum itu sendiri.
Terlebih apabila nanti di runing teks tertulis pemberhentian berikitnua halte museuam, maka menjadi promosi yang lebih bagus lagi,” ujar Akbar, baru-baru tadi.
Bukan hanya itu saja, lanjutnya, tujuan dibangunnya halte juga untuk memfasilitasi calon pengunjung museum yang masih berusia di bawah 17 tahun, sehingga bisa naik kendaraan umum.
“Segera kami koordinasi dengan pihak Dishub Kalsel terkait perizinan halte, tapi tentunya kami meminta persetujuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel dahulu selaku organisasi induk kami,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun, menyambut baik wacana tersebut. Muhammadun mengaku mendukung pengembangan sarana dan prasarana untuk memajukan museum.
“Insyaallah apa-apa yang kurang kita tambahi lagi untuk meningkatkan sarana dan prasarana museum ini,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















