SuarIndonesia – Pupuk subsidi untuk tanaman padi disebutkan salah satu petani di Kalsel kualitasnya rendah.
Menyiasati kualitas yang rendah tersebut, petani terpaksa mencampur dengan pupuk nonsubsidi.
Dari 7 jenis pupuk yang disubsidi pemerintah, Provinsi Kalsel mendapatkan alokasi total 101.030 ton.
Rincian pupuk yang disubsisi jenis ZA 3.371 ton, urea 39.303 ton, SP (36) 4.504 ton, NPK 39.019 ton, organis granul 11.144 ton, NPK formula khusus 300 ton, dan organik cair 3.389 ton.
Fakhruzzaini, salah seorang petani di Barito Kuala, mengakui kualitas pupuk subsidi rendah.
Bahkan disebutnya, jika hanya mengandalkan pupuk subsidi benih tak mau berkembang biak.
“Solusinya mau tidak mau harus dicampur dengan pupuk non subsidi. Tidak bisa kalau hanya pupuk subsidi, perkembangan padi tidak mau berkembang banyak. Sebagian dicampur dengan pupuk mutiara atau pupuk non subsidi lainnya agar padai mau berkembang,” katanya, Kamis (17/3/2022).
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, menyatakan kualitas pupuk subsidi urusan pabrik penyedia.
“Kami di sini tidak mengatahui kualitasnya, karena semua dari pabrik. Yang kedua kemungkinan terdapat analisa terbaru dari pihak Kementerian Pertanian (Kementan.
Contohnya pupuk NPK dulu 15 15, sekarang 15 10 12. Itu tidak bisa kami analisa, soal kandungan urusan pabrik dan pihak Kementan,” akunya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















