SuarIndonesia – Pemprov Kalsel, mematok target tahun depan sudah tak ada lagi desa tertinggal maupun sangat tertinggal.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Faried Fakhmansyah, di sela Expo dan Penghargaan BUMDes di Atrium Duta Mall pada Sabtu (6/8/2022).
Tercatat pada tahun 2022 sebanyak 100 desa di kabupaten/kota se-Kalsel telah berstatus Mandiri.
Lalu sebanyak 835 desa status Maju, 892 desa dengan status Berkembang serta 34 desa Tertinggal dan 3 desa Sangat Tertinggal.
Dijelaskannya, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022, desa di Provinsi Kalsel naik level dari Berkembang kini menjadi Maju.
Dengan IDM 0,7105, status desa yang sebelumnya Berkembang selama tahun 2020 dan 2021, tahun ini naik kelas menjadi Maju dan sejajar dengan status desa yang ada di Pulau Jawa.
Kenaikan level jauh dibanding data 2021 yang hanya 28 desa Mandiri, 398 desa Maju dan 1.334 desa Berkembang.
Diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemprov Kalsel, Faried Fakhmansyah, berdasarkan IDM, sampai dengan tahun 2021 Kalsel masuk kelas Berkembang.
“Alhamdulilah. Sesuai data IDM tentu capaian ini sangat membanggakan,” kata Faried.
Menurutnya, BUMDes sangat membantu untuk mencapai peningkatan status desa itu dengan tiga fungsinya.
Yakni memperkuat pendapatan asli desa, meningkatkan perekonomian dan mempercepat proses peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mewujudkan desa menjadi maju, pada kegiatan BUMDes Expo ini pun memakai tagline “BUMDes Maju, Kalsel Maju”.
Karena apabila BUMDes maju maka desa akan maju. Dan apabila desa maju, maka Kalimantan Selatan pun akan maju,” jelas Faried.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















