Suarindonesia –Disampaikan soal Pamhut, rencana Tim Karhutla 2023 hingga permasalahan adanya “plang jual tanah” di kawasan Hutan Konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.
“Terkait kegiatan pengamanan hutan yang sudah dilaksanakan, salah satunya terakait permasalahan penjualan lahan (plang Jual tanah) di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam,” kata Kabid Perlindungan Dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (PKSDAE), Panjta Satata.
Semua disampaikan pada apel Senin (6/2)/2023) diikuti seluruh staf Dishut Provinsi Kalsel dan Polisi Kehutanan berkumpul di halaman Terbuka Kantor Dishut Kalsel.
Apel diisi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta lalu dilanjutkan pembacaan Pancasila,
Undangan Undang Dasar 1945 dan Pembacaan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia serta pembacaan Visi Misi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021-2026.
Panjta Satata lebih lauh mengatakan, terkait permasalahan plang tersebut sudah lidik dan ditemukan yang bersangkutan ternyata orang dari daerah Awang Bangkal.
“Langkah selanjutnya kita akan mengklarifikasi orang yang bersangkutan dengan menghubunginya melalui nomor telpon untuk menanyakan maksud dan tujuan yang bersangkutan.
Tentunya terkait pemasangan papan penawaran jual tanah yang berada di hutan konservasi Tahura Sultan Adam Mandiangin.
Kita juga akan menjadwalkan setiap bulan sekali terkait kegiatan sosialisasi mengenai perundang-undangan pelanggaran kehutanan kepada tim polhut dan TKPH Dishut Kalsel agar nantinya jika sewaktu-waktu mendapat pertanyaan dari masyarakat dapat menjelaskan secara lebih jelas dan tepat sesuai hukum yang berlaku,“ papar Panjta Satata.
Panjta Satata juga menambahkan bahwa kegiatan Tim Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) berdasarkan Informasi dari BMKG bahwa musim kemarau akan berlangsung dari Mei-Juli 2023 mendatang.
“Kita menindaklanjutinya dengan memerintahkan kepada Tim Karhutla di Unit Pelaksana Teknis Daerah Dishut Kalsel agar untuk mulai meningkatkan kegiatan patroli pengawasan karhutla sejak dini untuk meminimalisir terjadinya Karhutla tersebut,” tutup Panjta Satata.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















