DIREKTUR Utama BPR Barito Kuala Dituntut Enam Tahun Penjara

- Penulis

Senin, 3 Juni 2024 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Bahrani mantan Direktur Utama PT. BPR (Badan Perkreditan Rakyat) Barito Kuala, yang menilep uang tempatnya bekerja di tuntut penjara selama enam Tahun.

Selain itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizka Nurdiansyah dari Kejaksaan Negeri Barito Kuala, menetapkan terdakwa untuk meb yara dendar pidana denda sebesar Rp 500.000.000,  dengan ketentuan apabila Terdakwa tidak dapat membayar denda tersebut maka harus menjalani pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu terdakwa juga dibebani membauar uang pengganti sebesar Rp 4.131.926.915 secara tanggung renteng dengan beberapa saksi, seperti saksi Syarifil Anwar, Saksi Novie Yuliada, Saksi Ahmad Hairin, Saksi Bakran, Saksi Masrani, Saksi Sudiyono, Saksi Suryadi, Saksi Samsyu Rrahma
raMabyudin Saksi M Zuifansyah Saksi Dewi Yanthi dan Saksi Chairi Mahadiani.

Tuntutan yang di sampaikan JPU pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidabna Korupsi Banjarmasin yang dipimpin hakim Yusriansyah.

JPU berkeyakina kalau terdakwa bersalah melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2), (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, sepeti pada dakwaan subsidairnya.

Baca Juga :   DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon

Seperti diketahui, terdakwa selaku pimpinan BPR tersebut, Bahrani di dakwa selama menjabat telah menilep uang BPR yang nilainya mencapai Rp 8.480.000.000,-

Hal ini dilakukan terdakwa sejak tahun 2019-sampai 2022.
Dalam modus operandinya terdakwa menurut Jaksa Penuntut Umum Rizka Nurdiansyah, dilakukan dengan meloloskan persyaratan kredit untuk 17 (tujuh belas) orang debitur.

Hal ini menurut JPU tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di BPR tersebut, akibatnya kerugian di tanggung BPR yang merupakan kerugian negara sebesar Rp  8.480.000.000,- (delapan miliar empat ratus juta delapan puluh juta rupiah)

Dalam menjalankan modus tersebut ternyata terdakwa tidak sendirian, beberap karyawannya yang menjadi saksi kemungkinan juga akan menjadi terdakwa. (HD)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GANDENG Polda Kalsel, Sekretariat DPRD Kalsel Sosialisasi “Risk Assessment”
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
WARTONO MUNDUR dari Wawali Banjarbaru
AMUK API di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin Lalap Dua Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PEMBUNUHAN Terhadap Ijay Seorang Nelayan, 26 Adegan Diperagakan
RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05