DIREKTUR KPK Minta Pimpinan Baru Lebih Agresif Tangani Kasus Korupsi

- Penulis

Sabtu, 23 November 2024 - 00:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Imam meminta pimpinan periode 2024-2029 agresif dalam menangani kasus korupsi. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Imam meminta pimpinan periode 2024-2029 agresif dalam menangani kasus korupsi. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

SuarIndonesia — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Imam meminta pimpinan periode 2024-2029 agresif dalam menangani kasus korupsi.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers terbuka yang diikuti oleh pimpinan, deputi, direktur hingga pegawai lembaga antirasuah, Jumat (22/11/2024) petang.

“Tantangan berikutnya yaitu meningkatkan agresivitas penanganan perkara agar segera memberikan kepastian hukum kepada pelaku sekaligus menjawab harapan publik,” ujar Imam dikutip dari CNNIndonesia.

Mewakili bidang penindakan, Imam berharap pimpinan baru KPK mampu menyelesaikan sejumlah tantangan yang berpengaruh besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah.

“Tantangan yang pertama adalah menyelesaikan tunggakan-tunggakan perkara, khususnya yang memiliki kerugian negara yang besar, menyangkut hajat hidup orang banyak dan menjadi perhatian publik,” ucap Imam.

“Atau pada sektor-sektor yang menjadi fokus area pemberantasan korupsi oleh KPK seperti politik, hukum, pelayanan publik, sumber daya alam dan sektor bisnis,” sambungnya.

Kapolri Perintahkan Bongkar Tuntas Penembakan Polisi di Solok Selatan
Tantangan berikutnya, kata Imam, adalah menyusun prioritas penanganan perkara dan menghindari konflik kepentingan, meningkatkan pemulihan aset dan membuat jera pelaku tindak pidana korupsi.

“Dan tantangan yang terakhir bagi pimpinan yang akan datang yaitu melakukan inovasi dan mengembangkan terobosan hukum dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi,” ucap Imam.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan pimpinan saat ini hingga pegawai mendukung penuh lima pimpinan dan dewan pengawas KPK yang baru saja ditetapkan oleh DPR RI. Kata dia, segenap insan KPK akan mengawasi tugas-tugas pimpinan berikutnya.

Baca Juga :   PRAPERADILAN Febrie bukan Hindari Proses Hukum

“Kami mewakili segenap insan KPK mengucapkan selamat kepada lima pimpinan KPK yang telah terpilih melalui proses fit and proper test. Jadi, jika sebelumnya banyak pro dan kontra atau bahkan setelah terpilih banyak pro dan kontra, bukan saatnya lagi kita mempertanyakan kenapa mereka yang terpilih,” ucap Alex.

“Saya sudah sampaikan kepada insan KPK kalian enggak punya privilege (hak istimewa) untuk pilih pimpinan KPK. Jadi, terima apa adanya dan dukung mereka, awasi mereka,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (21/11), Rapat Pleno Komisi III DPR RI menetapkan lima orang pimpinan dan dewan pengawas (dewas) KPK periode 2024-2029.

Di kursi pimpinan KPK mendatang, terdapat nama Setyo Budiyanto (mantan Direktur Penyidikan KPK), Johanis Tanak (Komisioner KPK saat ini), Fitroh Rohcahyanto (jaksa yang sempat menjadi Direktur Penuntutan KPK), Agus Joko Pramono (mantan Wakil Ketua BPK) dan Ibnu Basuki Widodo (hakim di Pengadilan Tinggi Manado).

Sementara di kursi dewan pengawas KPK akan diisi oleh Chisca Mirawati (Founder & Managing Partner CMKP Law), Benny Mamoto (mantan Ketua Harian Kompolnas), Wisnu Baroto (jaksa), Sumpeno (hakim pada Pengadilan Tinggi Jakarta) dan Gusrizal (Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda). (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca