SuarIndonesia – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, meminta seluruh pemangku kepentingan di Kalsel harus berkomunikasi dengan baik kepada seluruh jajaran dan lapisan masyarakat untuk bisa bekerjasama dalam rangka menekan lajunya pertumbuhan angka kasus aktif Covid-19.
“Babinsa, Babinkamtibmas, aparat desa, hingga puskesmas harus bisa membujuk masyarakat apabila diketahui telah melakukan kontak erat, karena mereka tidak terasa telah membawa virus,” ujarnya.
Ditambahkannnya, harus ada strategi khusus agar kesadaran masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri bisa terealisasi yakni dengan melakukan komunikasi yang baik.
“Setelah melakukan isolasi selama waktu yang ditentukan, maka akan dilakukan tes swab yakni dengan menggunakan alat PCR dan antigen,” paparnya.
Selain itu, Hadi Tjahjanto juga menghimbau agar masyarakat yang telah terlanjur melakukan kontak erat dengan orang terbukti terpapar virus corona setidaknya bisa melakukan tes PCR atau antigen.
“Apabila dinyatakan positif maka wajib isolasi dan tim Satgas Covid-19 juga wajib melaksanakan penelusuran kasus sedikitnya ada sekitar 15 orang.
Hal itu memang tidak mudah dilakukan, karena itu harus ada komunikasi yang baik tadi,” pungkasnya.
Berdasarkan data harian Satga Covid-19 Kalsel, kemarin kasus baru kembali terjadi lonjakan.
Tercatat tambahan kasus baru berjumlah 906 orang. Di sisi lain pasien yang sembuh hanya 363 orang dan yang dilaporkan meninggal berjumlah 23 orang.
Secara keseluruhan kasus covid di Kalsel berjumlah 52.395 terdiri dari 40.522 sembuh, 10.359 dirawat, dan 1.514 meninggal dunia.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















