SuarIndonesia – Investor yang terdiri dari penanam modal dalam negeri (PMDN) dan penanam modal asing (PMA) telah menggelontorkan dana sebesesar Rp 12,7 triliun untuk berinvestasi di Kalsel sepanjang 2021 lalu.
“Dengan jumlah tersebut, capaian realisasi investasi Kalsel berhasil melebihi 117 persen dari target yang diberikan BKPM sebesar Rp 10,83 trilun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel Nafarin, pada Kamis (24/2/2022).
Jika dibandingkan 2020, meningkat sebesar 39 persen yang hanya sebesar Rp 9,43 triliun Secara kuantitas jumlah proyek di Kalsel pada tahun 2021 berjumlah 3.157 proyek, mengalami peningkatan sebanyak 1.158 proyek atau 37 persen dibanding tahun 2020.
Tenaga kerja yang diserap sejumlah 22.933 orang, mengalami peningkatan sebanyak 841 orang atau 4 persen dibanding tahun 2020.
“Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan paling tinggi adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 10,89 persen,” ungkapnya lagi.
Pada tahun 2022, Nafarin membeberkan, Kalsel ditargetkan dapat mencapai nilai investasi sebesar Rp 14,4 trilun.
Meskipun bukan hal yang mudah, namun Nafarin optimis target tersebut dapat tercapai di tahun ini.
“Kita masih punya banyak investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kalsel, diantaranya nanti akan pembangunan kilang minyak di Kabupaten Kotabaru dan pembangunan PLTB di Kabupaten Tanah Laut,” tutupnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















