SuuarIndonesia – Diduga “perang sarung”, 16 remaja dan tujuh motor terindikasi balapan liar diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjarmasin bersama jajaran Reskrim Polsek, Sabtu (21/2/2016) dinihari.
Ini di hari ketiga Ramadan, petugas melaksanakan patroli intensif di sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Sasaran patroli meliputi lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul remaja hingga menjelang sahur.
Aksi 16 remaja tersebut dinilai berpotensi menimbulkan perkelahian dan mengganggu ketertiban umum, terlebih jika dilakukan secara berkelompok di jalanan.
Selain itu, ada enam remaja lainnya turut diamankan karena diduga menghisap lem di lokasi berbeda.
Petugas juga menyita tujuh unit sepeda motor yang terindikasi akan digunakan untuk balapan liar.
Kendaraan tersebut diamankan guna mencegah terjadinya aksi kebut-kebutan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Tak hanya itu, satu bilah senjata tajam juga ditemukan saat pemeriksaan di lapangan dan langsung diamankan sebagai barang bukti,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa.
Ia katakan, seluruh remaja yang diamankan dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.
“Kegiatan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan.
Para remaja akan kami lakukan pembinaan dan orang tua mereka akan dipanggil agar turut melakukan pengawasan,” jelas Eru.
Pihak Kepolisian menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan, khususnya pada malam hingga dinihari, guna menekan potensi “perang sarung”, balapan liar, penyalahgunaan lem, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
Polresta mengimbau kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan rasa aman dan nyaman tanpa gangguan ketertiban.(YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















