DIBAKAR Polisi Kampung Narkoba di Kalteng dengan Tower Intai-3 Lapis Gerbang

- Penulis

Minggu, 26 April 2020 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tower intai di kampung narkoba Puntun juga dibakar polisi. (Foto/Istimewa)

SuarIndonesia – Polresta Palangka Raya menggerebek sebuah wilayah yang dijadikan kampung narkoba. Kampung narkoba ini memiliki pos jaga berlapis hingga tower pemantau sehingga disebut seperti markas bandar narkoba di Kolombia.

“Memang kampung narkoba di sini seperti di Kolombia, yang ada pakai pos pantau, pakai tower, pakai pos 1, pos 2, pos 3. Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana,” kata Kapolresta Palangka Raya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020), dikutip dari detik.com.

Di tiap pos sudah ada mata-mata para bandar yang dibekali handy talkie dan drone. “Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana,” ucapnya.

Kampung narkoba yang berada di daerah Puntun, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, tersebut digerebek pada Kamis (23/4). Awalnya, ada 15 anggota Polresta Palangka Raya yang menggerebek lokasi.

Polresta Palangka Raya menggerebek kampung narkoba di daerah Puntun, Pahandut, yang punya sistem keamanan ala markas bandar narkoba Kolombia. (Foto/Istimewa)

Namun mereka dikepung penghuni kampung. Polresta Palangka Raya lalu berkoordinasi dengan Brimob dan Sabhara Polda Kalteng serta berhasil menangkap sejumlah orang.

“Saat 15 anggota kami melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 16 paket sabu dan juga uang Rp16 juta dari TKP, sekembalinya, anggota kami dikepung oleh penghuni kampung tersebut sebanyak 50 orang menggunakan parang,” ujarnya.

“Sementara yang kita amankan ada 5 orang yang menghalangi. Dan pelaku ini sudah 5 kali ditangkap hingga kali ini, namun tanpa barang bukti padanya. Jadi memang tugasnya hanya memata-matai apabila ada orang dicurigai, ada jaraknya 3 km hingga lokasi,” ujar dia.

Baca Juga :   PLN Kerja Tanpa Henti Kembalikan Keadaan Kelistrikan Kalselteng

Saat penggerebekan itu, para bandar narkoba di tempat ini melarikan diri. Petugas lalu membakar kampung narkoba ini. Dia mengatakan kampung narkoba ini memiliki akses melarikan diri lewat hutan ataupun sungai.

“Memang ada speed (boat) di belakang itu yang akan dipakai apabila ada penggerebekan langsung melarikan diri,” ungkap Kombes Dwi.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi.(Foto/Istimewa)

Dia mengatakan, di lokasi ini, bandar menjual sabu dengan rentang harga Rp50 ribu-1 juta. Lokasi ini juga dijadikan tempat pemakaian sabu. Terbukti dari ditemukannya alat isap sabu sekitar 20 buah.

“(Dibakar) karena beberapa kali kita lakukan penggerebekan, mereka selalu berpindah dan mereka membuat tempat tersebut untuk melakukan transaksi dan untuk menyabu di tempat tersebut,” ujarnya.

Penggerebekan ini dilakukan sebagai pengembangan kasus ditangkapnya seorang perempuan yang membawa 4 pil ekstasi. Kepada polisi, perempuan tersebut mengaku mendapatkan ekstasi dari kampung narkoba ini.

Akhirnya petugas membakar kampung narkoba yang dijadikan lokasi transaksi dan pemakaian sabu ini. Selain 5 orang, petugas mengamankan 16 paket sabu, 20 alat isap sabu, senapan, senjata tajam katana, dan uang tunai Rp16 juta.(detik.com/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
PETUGAS KARHUTLA KOBAR, Tinggalkan Keluarga ke Medan Berbahaya
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca