SuarIndonesia – Anggota DPRD Kalsel, Taufik Rahman dari Komisi II berharap, adanya kawasan industri untuk daerah Barito Kuala (Batola).
Sesuai dengan permohonan yang telah disampaikan Ke Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan pengembangan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Barito Kuala
“Kita mendorong agar dipercepat pengembangan kawasan Industri di Batola,” ucapnya. Rabu (15/1/2025).
Menurutnya, dengan dikembangkannya kawasan industri ini dapat menambah dan membuka lapangan pekerjaan baru, bukan hanya untuk warga Batola namun juga warga lain.
“Ini akan menambah Pemasukan Asli Daerah (PAD) bukan hanya Batola namun juga provinsi, selain itu dapat menambah penghasilan warga Batola yang selama ini hanya mengandalkan dari bertani,” ujarnya
Dijelaskannya, keterlabatan pembanguan kawasan industri ini dikarenakan penjadwalan penjadwalan dari dinas terkait dan juga terbentur dengan saat pilkada 2024.
“Sementara ini tahapanya sudah sampai di provinsi dan selanjutnya akan disampaikan ke pusat, dan semoga di 2025 pembangunan kawasan industri di Batola bisa terlaksana,” harapnya.
Lanjutnya, pengembangan kawasan perindustrian di Batola ini sedang dilaksanakannya penyusunan revisi dan termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Barito Kuala.
Adapun permohonan yang disampaikan
pengembangan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Barito Kuala dengan uraian sebagai berikut :
a. Luas kawasan peruntukan industri Kab. Barito Kuala pada Perda RTRW Provinsi
Kalimantan Selatan adalah seluas 1.793,55 Ha.
b. Luasan tambahan kawasan peruntukan industri yang diusulkan adalah seluas
313,893 Ha yang terdiri atas : Industri Eksisting Berizin seluas 259,943 Ha
Industri Usulan Permohonan seluas 53,95 Ha.
Jika disetujui usulan luasan tambahan tersebut, maka total KPI di Draft Revisi
RTRW Barito Kuala adalah seluas 2.107,443 Ha. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















