SuarIndonesia – Massa melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/11/2025).
Massa di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini mennuntut pengesahan KUHP hingga BBM langka
Pengaman ketat, tak hanya jejeran aparat, namun juga Kendaraan Taktis (Rantis) Polda Kalsel.
Disampaikan massa dari berbagai elemen/Aliansi BEM se-Kalsel ini atas tuntutan yakni utamnya menolak penetapan KUHAP baru.
Mendesak pembatalan rencana/penetapan Taman Nasional Meratus. Menuntut penghentian tambang ilegal di kawasan penyangga Meratus.
Menuntut audit lingkungan menyeluruh serta jaminan penyediaan air bersih. Mendesak penanganan kelangkaan BBM di Kalsel.
Menginginkan pengesahan regulasi-regulasi yang berpihak pada rakyat.
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK turun langsung menemui massa.
Namun, suasana sempat memanas, karena tak sabar menunggu hasil diskusi antara Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK dengan perwakilan massa yang berlangsung di dalam Gedung DPRD.
Diskusi merupakan bagian dari upaya mediasi, di mana sebagian delegasi mahasiswa diundang masuk untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Ketika mendengar kabar bahwa pembicaraan di ruang internal belum menunjukkan kejelasan, sebagian peserta aksi mencoba menerobos pagar betis aparat yang berjajar ketat di depan pintu masuk.
Aksi dorong-mendorong, dan barisan depan mencoba mendesak maju
Aparat meningkatkan formasi, sementara beberapa personel Dalmas bergerak memperkuat garis depan untuk mengatasi.
Semua berhasil diredam Paada saat yang sama, koordinator lapangan dari pihak mahasiswa segera menenangkan peserta aksi dari barisan belakang.
Mereka mengingatkan agar tidak terprovokasi dan tetap menunggu hasil pembahasan secara tertib, pada akhirnya semua berjalan dengan aman. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















