DEMO Anggota Organda, Sepakat Dicabut Surat Dishub soal Penghapusan Jalur Khusus

- Penulis

Selasa, 2 Agustus 2022 - 00:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Setelah ratusan sopir dan buruh pelabuhan yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) / Indonesia Logistics and Forwarders Association (ILFA) serta APTRINDO, kini Balai Kota Banjarmasin kembali digeruduk oleh Organda Kalsel, Senin (1/8/2022).

Aksi demonstrasi dimulai sejak pagi sekitar pukul 09.30 WITA pagi itu dilakukan para anggota Organda Kalsel dengan membawa puluhan truk-truk besar.

Alhasil akses sepanjang Jalan RE Martadinata, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah tertutup total.

Aksi ini merupakan respon Organda Kalsel atas dikeluarkannya surat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin yang isinya mencabut surat poin 551 dari Dishub Banjarmasin yang ditujukan kepada Pertamina mengenai pembagian bio solar di jalur khusus SPBU di Lingkar Dalam.

Namun, setelah melakukan audiensi bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito, aksi demonstrasi Organda Kalsel ini menghasilkan sebuah kesepakatan baru.

Ibnu menegaskan bahwa surat yang diterbitkan Dishub Banjarmasin terkait pencabutan jalur khusus untuk mendapatkan solar subsidi di SPBU Lingkar Dalam dianggap tidak ada.

Alhasil, kesepakatan yang didapat pada saat demonstrasi Alfi/Ilfa pada Kamis (28/07) lalu resmi dibatalkan.

“Surat Dishub yang mencabut pemberlakuan jalur khusus bagi truk untuk mendapatkan solar kemarin itu. kami anggap tidak ada,” ucapnya saat keluar dari audiensi Organda di Ruang Rapat Baiman, di Balai Kota, Senin (1/8/2022) siang.

DEMO Anggota Organda, Sepakat Dicabut Surat Dishub soal Penghapusan Jalur Khusus-2

Ia menjelaskan, kesepakatan yang diambil atas aksi demonstrasi Organda Kalsel ini tidak lain agar suasana Kota Banjarmasin tetap kondusif.

“Kita akan kembalikan ke seperti semula (antrean khusus), dari Pertamina juga akan mengembalikan jalur khusus di empat SPBU, sehingga mereka tetap melayani sopir truk seperti sebelum keluarnya surat Dishub kemarin,” ungkapnya.

Selain itu, Ibnu melanjutkan, pihaknya juga sepakat untuk melakukan rapat atau pertemuan kembali dengan melibatkan semua pihak yang terlibat, baik dari Organda maupun Alfi/Ilfa pada Rabu (3/8/2022) besok.

“Kami harap semua pihak bisa berhadir dalam pertemuan di hari Rabu nanti agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan jangan sampai ada aksi demonstrasi yang berjilid-jilid,” harapnya.

Ia menuturkan, pihak Pertamina juga akan dihadirkan dalam pertemuan besok untuk menjelaskan apa saja regulasi mengenai BBM subsidi jenis Solar tersebut.

“Yang pasti kita kembalikan seperti semula, kalau memang ada jalur khusus, silakan mengantre di jalur khusus. Kalau stok solar subsidi masih ada, ya memang harus disalurkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Kemudian, Ibnu menegaskan, jika memang terjadi penyelewan BBM subsidi seperti pelangsir, maka akan langsung ditindak oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara itu hasil pertemuan tadi, kami harap semua pihak menghormati dan bisa berhadir dalam pertemuan Rabu (3/8) besok,” pungkasnya.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Sebelumnya, Ketua DPD Organda Kalsel, Edi Sucipto menilai, surat pencabutan antrean solar subsidi yang menjadi kesepakatan pada aksi demonstrasi Alfi/Ilfa kemarin merupakan produk yang cacat hukum.

“Itu dari kacamata kami. Karena kami melihat surat itu ditandatangani lantaran adanya paksaan,” bebernya saat ditemui awak media.

Hal itulah yang menjadi alasan utama digelarnya demonstrasi Organda Kalsel hari ini. Karena itu, Edi berharap pertemuan yang rencananya akan dilakukan di Balai Kota tersebut bisa melahirkan kebijakan atau kesepakatan yang bisa dijalankan semua pihak.

“Kita sangat berharap kebijakan yang dibuat nanti bisa jalan sama-sama dan tidak ada yang dirugikan,” tuntasnya

Sebelumnya diketahui, pada aksi demonstrasi Alfi/Ilfa Kamis (28/07), massa menuntut agar pemerintah memberikan solusi bagi para sopir truk yang ada di bawahnya.

“Kami minta solusi pemerintah kita tidak kesulitan mendapatkan BBM solar subsidi. Karena dampak sulitnya BBM ini adalah logistik yang tidak keluar. Jadi rakyat juga yang kesusahan,” ucap Saut Nathan Samosir Ketua Alfi DPW Provinsi Kalsel, Kamis (28/7) lalu.

Aksi tersebut berakhir dengan menghasilkan beberapa tuntutanbyang akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama stakeholder terkait, salah satunya mengembalikan fungsi SPBU seperti sebelumnya.

“Kesepakatannya adalah mencabut Surat poin 551 dari Dishub kepada Pertamina mengenai pembagian bio solar di jalur khusus SPBU di Lingkar Dalam,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan jika dalam batas waktu yang ditentukan tidak dipenuhi, maka pihaknya akan mengambil tindakan untuk mogok kerja.

“Semua kebutuhan di kota Banjarmasin dan kota lain akan terhenti di Pelabuhan dan kapal-kapal lain juga tidak bisa sandar karena barang belum keluar dari Pelabuhan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan sebelumnya adanya surat untuk jalur khusus untuk penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bio solar sendiri bertujuan untuk mengurangi antrian panjang di SPBU.

“Setelah berjalan mereka meminta untuk kembali mencabut notulen itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan permintaan untuk pencabutan aturan tersebut perlu waktu karena melalui proses dan prosedur yang ada.

“Kita tidak ingin apa yang dikeluhkan masyarakat itu tidak dievaluasi agar mereka nyaman dan tenang. Apalagi keluhannya tadi tiga dan empat hari mengantri ini harus dievaluasi,” tutup Arifin. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca