DEKAN UNISKA Banjarmasin : Memang tak Tepat Polri di Bawah Kementerian

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Soal gagasan menempatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan kementerian memicu penolakan dari berbagai pihak.

Di Kalimantan Selatan, sikap penolakan tersebut disuarakan oleh kalangan akademisi.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska), Dr. Afif Khalid, S.H.I., S.H., M.H., menegaskan bahwa secara prinsip lembaga penegak hukum seharusnya bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Ia menilai, pola pertanggungjawaban langsung tersebut penting untuk menjaga independensi lembaga penegak hukum, sebagaimana yang diterapkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan.

“Jika Polri berada di bawah kementerian, dikhawatirkan akan membuka ruang intervensi kelembagaan,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Dr. Afif menyatakan dukungannya agar Polri tetap berada di bawah Presiden.

Namun demikian, ia juga berharap agar institusi kepolisian terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Lebih lanjut, ia turut mengapresiasi pernyataan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2026 lalu. Dalam forum tersebut, Kapolri secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian.

Baca Juga :   ENAM Kementerian Bersatu Lawan Kekerasan Anak

Menurut Dr. Afif, ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia telah secara jelas menempatkan Polri sebagai lembaga negara yang independen dan berada langsung di bawah Presiden.

“Karena itu, kurang tepat jika Polri dijadikan bagian dari kementerian. Pernyataan Kapolri sudah sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” tutupnya.(*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
MENTAN: BANTUAN ALSINTAN Gratis, Masyarakat Lapor Bila Ada Pelanggaran
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
TEMAJUK JADI PINTU Pariwisata Indonesia-Malaysia

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38