CUACA EKSTREM Bikin Harga Cabai Meroket

- Penulis

Kamis, 11 Maret 2021 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Terjadinya kenaikan harga dan langkanya cabai baru-baru ini, diprediksi lantaran adanya cuaca ekstrem hingga mundurnya waktu panen. Namun, angin segar berhembus. Kondisi ini tak bakal berlangsung lama.

Hal itu bukan tanpa alasan, tanggal 20 Maret mendatang, diperkirakan tanaman cabai bakal mulai dapat dipanen. Berangkat dari hal itu, pasokan cabai bakal kembali banyak dan harga pun bisa kembali normal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menjelaskan bahwa saat banjir beberapa waktu lalu pasokan cabai cukup banyak.

Kemudian, melihat banyaknya pasokan cabai, sejumlah pemasok, berdasarkan data dimilikinya, rupanya kebanyakan petani memilih menunda penanaman. Tanpa memperhitungkan bahwa cuaca ekstrem mengintai.

“Alhasil, panen cabai pun mundur hingga stoknya habis. Namun sekali lagi, dari informasi yang kami terima stok dan harga cabai bakal kembali normal. Karena diperkirakan tanggal 20 Maret mendatang cabai bisa dipanen,” jelas Tezar, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga :   UPZ Bank Kalsel Salurkan Rp3,89 Miliar untuk 20.082 Penerima Manfaat

Di sisi lain, Tezar juga mengaku bahwa kenaikan harga cabai di Kota Banjarmasin, berdasarkan hasil pendataan pihaknya pada Senin (8/3/2021) lalu, bervariatif.

Misalnya, di Pasar Antasari, harga cabai per kilogramnya mencapai Rp130 ribu, di Pasar Lama Rp110 ribu. Sedangkan di pasar-pasar lain seperti Pasar Pekauman, Pasar Teluk Tiram dan Pasar Teluk Dalam, harganya berkisar Rp150 ribu per kilogram.

“Sedangkan harga normal, sekitar Rp60 sampai Rp80 ribu. Tingkat kebutuhan warga akan cabai cukup tinggi, semoga ke depan tidak terjadi kenaikan lagi,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin
ATASI Antrian BBM, Pansus Kalsel Matangkan Data
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel
PASAR MURAH di Desa Bihara, Warga Dapat Kebutuhan Pokok Terjangkau hingga Layanan IKD
KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI
DISAMBUT Kedatangan Penerbangan Batik Air Kuala Lumpur – Banjarmasin di Bandara Internasional Syamsudin Noor

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca