SuarIndonesia — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengawasi secara ketat keluar dan masuk hewan babi sebagai upaya mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) dan Classical Swine Fever (CFS).
Kepala Karantina Kalsel Erwin AM Dabuke di Banjarmasin, Senin (30/6/2025), mengatakan petugas karantina baru saja melakukan pemeriksaan terhadap 590 ekor babi potong yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang berasal dari Provinsi Lampung dan Bali dengan tujuan akhir ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Babi merupakan hewan yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit strategis seperti ASF dan CSF,” kata Erwin.
Dia menjelaskan penyakit ini tidak menular ke manusia (bukan zoonosis), tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar di sektor peternakan khususnya babi, karena tingkat kematiannya bisa mencapai 100 persen.
“Tindakan karantina hewan berupa pemeriksaan sebagai upaya pengawasan terhadap lalu lintas hewan antararea untuk mencegah risiko masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular,” tutur Erwin dilansir dari AntaraNewsKalsel.
Oleh karena itu, kata dia, petugas karantina harus memastikan agar hewan yang masuk ke wilayah Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat, sehingga keamanan sektor peternakan setempat tetap terjaga.
Dalam pemeriksaan ratusan ekor babi itu, hewan dan alat angkut diberi tindakan perlakuan berupa disinfeksi sebagai upaya penguatan biosekuriti.
Kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesesuaian jenis dan jumlah, serta kelengkapan dokumen dari daerah asal yang dipersyaratkan terdiri atas Surat Rekomendasi Pemasukan dan Pengeluaran, Lembar Hasil Uji Laboratorium, Surat Keterangan Kesehatan Hewan, Sertifikat Veteriner, dan Sertifikat Kesehatan Hewan Antar Area.
“Setelah persyaratan lengkap dan sesuai, hewan sehat, serta tidak ditemukan gejala klinis penyakit, maka ratusan ekor babi dapat melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan ke Kalimantan Tengah,” ujar Erwin. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















