CEGAH STUNTING: Program MBG Kelompok 3B Perlu Diperkuat

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 21:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar (empat dari kanan) dalam sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Mataram, NTB, pada Jumat (11/10/2025). (ANTARA/DOK Kemendukbangga/BKKBN)

Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar (empat dari kanan) dalam sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Mataram, NTB, pada Jumat (11/10/2025). (ANTARA/DOK Kemendukbangga/BKKBN)

SuarIndonesia — Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar menyebut pentingnya memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) guna mempercepat penurunan stunting.

Hal itu dikemukakan Muazzim pada kegiatan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Mataram, NTB, pada Jumat (11/10/2025) kemarin.

“Pemberian makanan bergizi untuk kelompok 3B merupakan langkah strategis dalam memutus rantai stunting sejak dini. Namun, program ini juga perlu didukung dengan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal, perencanaan keluarga, dan pola asuh yang tepat,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menikah pada usia matang sebagai fondasi keluarga berkualitas. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN telah menetapkan usia ideal menikah minimal di usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Menurut dia, usia ideal tersebut bukan sekadar angka, melainkan juga memastikan kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi pasangan.

“Dengan kesiapan yang baik, risiko berbagai permasalahan keluarga, termasuk stunting, dapat ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kebijakan Strategi Bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya dan Kemandirian Keluarga Berencana Kemendukbangga/BKKBN Indra Murty Surbakti menyampaikan, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh tidak hanya dengan intervensi gizi, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan edukasi keluarga.

Baca Juga :   PENEKANAN Bupati Banjar Ketika Menjengguk Siswa-Siswi di RSUD Ratu Zalecha, Diduga Keracunan MBG

“Pencegahan stunting dimulai dari hulu: usia menikah yang ideal, perencanaan keluarga, pemberian gizi yang cukup untuk ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang baik,” kata Indra, dilansir dari AntaraNews.

Kepala Perwakilan BKKBN NTB Lalu Makripuddin dalam kesempatan yang sama menegaskan, angka stunting di NTB tidak dapat ditekan hanya dengan program bantuan pangan, tetapi harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.

Perkawinan usia anak masih menjadi salah satu pemicu tingginya angka stunting di NTB. Oleh karena itu, sosialisasi usia ideal menikah dan edukasi gizi menjadi satu kesatuan yang penting.

“Melalui program MBG untuk 3B, kami ingin memastikan intervensi gizi benar-benar tepat sasaran, sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kolaborasi ini penting untuk memastikan implementasi Bangga Kencana dan MBG 3B berjalan efektif, sehingga dapat memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas keluarga. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung
NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN
DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta
KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:38

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15

POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:00

PATROLI Dini Hari Titik Rawan Balap Liar di Banjarmasin, Tindak 26 Pelanggar

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:56

MAERAUNG Fight Tournament Volume III 2026

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca