CARA ‘Polisi India’ Hanya Shock Therapy, kata Walikota Banjarmasin

- Penulis

Jumat, 24 April 2020 - 16:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menanggapi terkait perangkat ‘Polisi India’ yang disiapkan Satpol PP untuk pengaman jam malam saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Ibnu, keberadaan Polisi India tersebut hanya sebagai salah satu cara untuk memberikan Shock Therapy (terapi kejut) ke masyarakat agar bisa serius untuk menaati aturan PSBB.

“Itu mungkin lebih kepada shock therapy (terapi kejut) saya kira ya. Kalau diliat teman di sini tak ada pakai rotan,” Ucap Ibnu saat memantau pintu perbatasan di Sungai Lulut saat hari pertama PSBB, Jumat (24/04/2020).

Lebih lanjut Ibnu mengungkap, tujuan pemerintah melakukan itu tak lain agar masyarakat mau mengikuti aturan dan arahan. Sebab, PSBB yang saat ini dilakukan Banjarmasin bukan langkah yang main-main.

“Tapi paling tidak supaya masyarakat kita ma’asi (patuh). Jangan ditangkap kita ini main-main. Kita serius betul supaya, Covid-19 ini diturunkan angkanya penyebaran ya bisa kita cegah,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ‘Polisi India’ ini bakal diterjunkan untuk pengamanan jam malam dari pukul 21.00 – 06.00 WITA. Masyarakat tak boleh keluyuran, apalagi kumpul-kumpul. Jika masih bandel siap-siap ditindak.

Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengaku sudah menyampaikan pasukannya untuk menegakkan aturan ini. Ia lebih nyaman menyebutnya pasukan ini perangkat “Polisi India”.

Ini tentu bukan polisi yang benar-benar didatangkan dari India. Tapi hanya istilah untuk anggota Satpol PP yang nantinya bertugas mengamankan jam malam dengan dilengkapi pentungan dari rotan.

“Jadi saya menyiapkan perangkat “Polisi India”. Dengan pentungan rotan. Hari ini sudah saya siapkan sekitar seratus batang,” beber Ichwan, Kamis (23/04/2020).

Baca Juga :   RESMI DILANTIK Kapolda Kalsel Tiga Pejabat Utama, Termasuk Kapolresta Banjarmasin

Bagi orang yang ditegur namun tetap bandel siap-siap dipentung. Tindakan itu Ichwan sebut pukulan kasih sayang. Sebab ujarnya, tujuannya bukan semata-mata untuk menyakiti, tapi lebih kepada memperingatakan.

“Saya menyebutnya pukulan kasih sayang. Jadi buka cambuk hukuman. Ini akan kita berlakukan. Jadi siapa pun yang berkeluyuran selepas jam sembilan itu akan kami tindak,” tegasnya.

Lantas bagaimana jika ada yang protes, atau melawan? Bagi Ichwan karena Pembatasan jam malam saat PSBb ini sudah diatur, termasuk sanksi berat bagi yang melanggarnya tentunya hal itu akan dilakukan.

Dengan kata lain, sanksi pidana dan denda sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Karantina Nomor 6 Tahun 2018 bisa saja diberikan. “Kalau ada yang melawan kami bawa ke ranah hukum. Ini bukan tipiring lagi tapi pidana. Karena menyangkut nyawa orang lain,” jelasnya.

Lalu siapa saja yang akan ditindak? Ichwan mencontohkan remaja yang kumpul-kumpul saat masuk pemberlakuan jam malam. “Apalagi bulan Ramadhan usai shalat kongkow-kongkow itu akan kita tindak dengan rotan. Kami tak main-main. Kami pentung,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WAMENKO Pangan Luncurkan Kampanye Merdeka dari Sampah
RATUSAN BARANG RAMPASAN Seluruh Kejari se Kalsel Dilelang Serentak untuk Negara
ROTASI – PELANTIKAN Sejumlah Pejabat Struktural Eselon II dan III Lingkup Kejati Kalsel
SEORANG PRIA Lanjut Usia Tergeletak Tak Bernyawa di Siring Pasar Tungging
KEBAKARAN Seorang Penghuni Tak Terselamatkan Terkurung Kobaran Api, Penyebabnya Diduga dari Obat Nyamuk
TNI-POLRI di Banjarmasin Teguhkan Komitmen Jaga Banua
KARHUTLA Kobar Berkobar di HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Petugas Nyanyikan Indonesia Raya
ANTREAN BBM Hening Sejenak, Pengantre Nyanyikan Indonesia Raya

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:21

DPR dan Pemerintah Finalisasi Status-Jumlah Guru PPPK untuk Jadi PNS

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:03

174.791 NARAPIDANA dan Anak Binaan se-Indonesia Terima Remisi HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:30

BARESKRIM Polri Ungkap Judol Modus Deposit Pulsa Rp890 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:22

RUU Perampasan Aset Masih Tunggu Masukan Bermakna Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:15

FINALISASI Perpres Ojol 18 Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:02

PRESIDEN Prabowo: Teruskan Program MBG dengan Perbaikan dan Efisiensi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:31

PRESIDEN Prabowo Perintahkan PLN Segera Tutup PLTD

Berita Terbaru


Pemerintah Kabupaten Kobar bersama masyarakat saat melaksanakan shalat Istisqa di halaman kantor Pemkab Kobar, Selasa (18/8/2026). (Foto: Antara/Safitri RA)

Kalteng

SALAT Istisqa Meminta Turun Hujan Atasi Karhutla Kobar

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:39

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat meluncurkan kampanye “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Selasa (18/8/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

WAMENKO Pangan Luncurkan Kampanye Merdeka dari Sampah

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:32

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca