KARHUTLA KOTIM: Personel Terbatas-BTT Belum Cair Jadi Kendala Penanganan

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Kotim. (Foto: Istimewa)

Karhutla di Kotim. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin sulit dikendalikan. Posko Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan Kotim mulai kewalahan menangani laporan kebakaran yang masuk secara bersamaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan tim tak mampu menjangkau seluruh titik laporan yang semakin banyak pada Senin (17/8/2026). Keterbatasan personel dan banyaknya lokasi yang harus ditangani membuat petugas harus menentukan prioritas penanganan di lapangan.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat menangani semua kejadian yang terlapor kepada kami pada tanggal 17 Agustus 2026,” kata Multazam, Selasa (18/8/2026).

Dalam operasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 23.59 WIB, tim gabungan hanya mampu mendatangi 17 titik kebakaran. Penanganan di sejumlah lokasi pun belum sepenuhnya tuntas.

Petugas melakukan berbagai upaya untuk memperlambat penyebaran api, mulai dari membuat sekat basah hingga melakukan pemadaman pada titik yang memungkinkan.

“Padam sebagian dan kondisi berasap, terutama pada gambut tebal,” ujarnya.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar. Api yang membakar gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga tidak selalu terlihat secara kasatmata. Meski api di permukaan telah padam, bara di dalam gambut masih berpotensi menyala kembali dan merambat ke area lain.

“Situasi ini membuat upaya pemadaman tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Petugas juga harus melakukan pembasahan dan pemantauan berulang untuk mencegah munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Multazam pun mengapresiasi para relawan, masyarakat dan berbagai pihak yang tetap membantu penanganan karhutla di tengah kondisi yang cukup berat.

Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 2.983 hotspot terdeteksi di Kotim sementara luas lahan yang terbakar telah menembus lebih dari 1.207 hektare. Data tersebut merupakan rekapitulasi hingga 15 Agustus 2026. Dalam periode yang sama, BPBD Kotim mencatat sedikitnya 317 kejadian karhutla di berbagai wilayah.

Baca Juga :   PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta

BTT Kotim Belum Cair

Di lain sisi, dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang disiapkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla ternyata belum cair. Multazam menjelaskan, belum cairnya BTT membuat pihaknya harus mencari cara agar operasi tetap berjalan.

“Sementara kami ini masih bisa berutang dengan penyedia. Karena kami pembeliannya juga pembayarannya pasti per minggu, tergantung penyedianya mampu bertahan untuk pembiayaannya, untuk operasional dia berapa,” tutur Multazam dilansir dari detikKalimantan.

Menurutnya, tagihan kepada sejumlah penyedia saat ini sudah cukup banyak. BPBD meminta para penyedia bersabar dan menunda pembayaran sementara waktu sembari proses pencairan BTT diselesaikan.

“Ini sudah banyak tagihan sebenarnya. Cuma kita minta tolong untuk di-delay dulu sebentar, kami sambil mengurus,” katanya.

Multazam menegaskan, pencairan BTT perlu dipercepat karena penanganan karhutla masih berlangsung. Kebutuhan di lapangan bukan hanya soal logistik untuk petugas, tetapi juga memastikan kendaraan operasional tetap dalam kondisi siap digunakan.

Apalagi kendaraan menjadi salah satu sarana utama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah Kotim.

“Pak Bupati sudah perintahkan untuk disegerakan agar kami bisa membayar dengan menggunakan cashless,” ujarnya.

Untuk sementara, BPBD masih memanfaatkan anggaran operasional yang tersedia untuk menangani kebutuhan mendesak, termasuk perbaikan kendaraan ringan.

“Tadi perbaikan-perbaikan kendaraan kecil kami tidak menggunakan BTT, kami menggunakan operasional. Sebagian dipakai untuk kebutuhan perbaikan truk,” jelasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting
TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan
TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI
KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi
TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:54

MENAKAR KEADILAN Ekonomi, Menembus Tembok Monopoli Rantai Pasok PKP2B dan Perusahaan Besar Pertambangan di Kalsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:57

JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:42

DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:25

BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05

KEMERIAHAN DAN MEMBANGGAKAN Lomba FTBI di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:48

PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Berita Terbaru


Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) terbakar. (Foto: HO-TNTP)

Kalteng

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:00

Foto Ilustrasi. (si/ut/@gemini.ai)

Bisnis

DISIAPKAN Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:11

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca