BURONAN Mantan Karyawan BRI Cabang Banjarmasin Disergap, Tim Pemburu Libatkan AMC Kejagung

BURONAN Mantan Karyawan BRI Cabang Banjarmasin Disergap, Tim Pemburu Libatkan AMC Kejagung

SuarIndonesia -Akhirnya pria berinisial Nbs, mantan karyawan BRI Cabang Banjarmasin, yang selama tiga bulan ini menjadi buronan, atas kasus kredit fiktif, disergap, Kamis (28/1/2021)

Pemburuan melibatkan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung (Kejagung), Intelejen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel), Intelejen Kejari Banjarbaru dan Tim Seksi Pidana Khusus Kejari Banjarmasin.

Tersangka ditangkap di persembunyiannya di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Oknum itu, bersama dua tersangka lainnya diduga melakukan tindak pidana korupsi, dan Nbs, yang selama ini dicari.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Tjakra Suryana Eka Putra SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelejen, Ahmad Budi Mukhlis, SH, S.Hum, kepada wartawan mengatakan, sejak Nbs ditetapkan sebagai tersangka November Tahun 2020, yang bersangkutan tidak kooperatif dan berusaha menyamarkan keberadaannya.

Bahkan lanjutnya, Nbs juga tidak mengindahkan panggilan resmi dari Seksi Pidana Khusus Kejari Banjarmasin.

“Nbs memang mantan pegawai BRI Babang Banjarmasin, yang bersama dua tersangka lainnya diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Ada beberapa modus yang dilakukan tersangka dalam aksinya,” tambah Ahmad Budi Mukhlis.

Diantaranya memuluskan kredit fiktif tanpa ada debitur sungguhan.

Lainya, modus memuluskan kredit yang dananya tidak digunakan oleh debitur aslinya atau dibagi dengan pihak lain.

Dari modus Nbs dan dua tersangka lainnya, kerugian negara ditaksir mencapai hampir Rp 1,6 Miliar.

“Angka itu didasarkan pada hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tersangka ini sebagai mantri yang melakukan survei di lapangan soal kelayakan calon nasabah kredit,” ujarnya.

Dari semua itu pula, tersangka melanggar aturan yang diatur sistem perbankan  berlaku.

Dimana dalam survei atau verifikasi pemberian kredit seharusnya didasarkan pada prinsip prudential banking, termasuk mengetahui kapasitas dan keadaan keuangan calon debitur, kesesuaian agunan dan hal lainnya.

“Dalam memberikan kredit harus ada prinsip know your customer principal. Ini jelas dilanggar.

Terhadap Nbs dikenakan pasal kombinasi yaitu pasal 2, pasal 3 atau pasal 8 Undang-Undang Tipikor.

Kualifikasi deliknya yaitu perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan atau penggelapan dalam jabatan,” jelasnya.

Berdasarkan pertimbangan, selama pemeriksaan dilakukan Seksi Pidana Khusus, sesuai ketentuan Pasal 20 dan 21 KUHAP dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. (ZI)

 

 1,078 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: