SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada akan bencana banjir, mengingat meningkatnya intensitas curah hujan di daerah itu.
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, mulai awal hingga akhir Januari ini, intensitas curah hujan di atas normal,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Pulang Pisau Tekson di Pulang Pisau, Senin (22/1/2024).
Ia mengatakan prakiraan tingginya curah hujan di atas normal ini terjadi di empat kecamatan daerah pesisir selatan, yaitu Kecamatan Maliku, Pandih Batu, Sebangau Kuala, dan Kahayan Kuala. Untuk di daerah atas, seperti Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah, intensitas curah hujan masih kategori sedang.
Terjadinya banjir di beberapa daerah di Kalimantan Tengah, kata Tekson, membuat pemerintah provinsi mengingatkan status siaga untuk semua kabupaten/kota. Pemerintah setempat juga meneruskan imbauan ini kepada pemerintah kecamatan hingga desa untuk selalu siaga terhadap bencana banjir yang bisa terjadi setiap saat.
Tekson mengemukakan intensitas curah hujan di atas normal ini berdampak pada cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang tinggi. Berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah kepala desa yang berada di wilayah pesisir, tingginya gelombang laut terjadi sejak bulan Desember 2023.
“Tingginya gelombang disertai cuaca yang tidak menentu dan bisa berubah setiap saat membuat masyarakat, khususnya para nelayan di lima desa pesisir tidak berani melaut dengan jarak yang cukup jauh dan berlama-lama. Paling hanya tiga jam, lalu kembali,” ucapnya dikutip SuarIndonesia dari AntaraNews.
BPBD, lanjutnya, terus mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai bencana banjir. Siklus banjir di kabupaten itu bisa mempertemukan air kiriman dari daerah atas DAS Kahayan dan air pasang sungai yang bisa menyebabkan banjir di Kecamatan Jabiren Raya seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk berhati-hati karena banjir dan air pasang bisa menyebabkan hewan liar, seperti ular, buaya dan hewan lainnya mencari tempat berlindung ke dataran dan rumah-rumah penduduk. Aktifkan kembali sistem keamanan masyarakat untuk antisipasi berbagai kemungkinan.
Terkait dengan antisipasi banjir, Tekson mengatakan perkembangan cuaca terus dipantau setiap hari dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Apabila status bencana telah dinaikkan dan ditetapkan, BPBD langsung mengaktifkan pos antisipasi komando kedaruratan.
“Kesiapan logistik dalam penanganan juga dipersiapkan sesuai dengan arahan Penjabat Bupati Pulang Pisau agar logistik bantuan seimbang dengan masyarakat terdampak dan kebutuhan di lapangan,” kata Tekson. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















