BKSDA: Temuan Trenggiling di TPK Bagendang tak Terkait Penyelundupan

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 22:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah (kiri) saat meninjau lokasi penemuan trenggiling di terminal peti kemas Bagendang, Kamis (2/10/2025). (SI/ANTARA/Dok BKSDA Sampit)

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah (kiri) saat meninjau lokasi penemuan trenggiling di terminal peti kemas Bagendang, Kamis (2/10/2025). (SI/ANTARA/Dok BKSDA Sampit)

SuarIndonesia — Pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengunjungi Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang setelah penemuan seekor trenggiling, yang kemudian dipastikan tidak berkaitan dengan penyelundupan.

“Kami mendatangi lokasi untuk mendengarkan langsung kronologi penemuan trenggiling tersebut. Saat tiba di Kantor Pelindo saya bertemu langsung dengan Manajer Operasi dan Safety Officer setempat,” kata Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis (2/10/2025).

Ia menyampaikan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari serah terima trenggiling yang dilakukan oleh Disdamkarmat Kotim bersama Komunitas Reptil Sampit sehari sebelumnya. Trenggiling itu dievakuasi dari peti kemas yang berada di TPK Bagendang, milik PT Pelindo Multi Terminal (SPMT).

Sempat ada dugaan satwa tersebut akan diselundupkan, mengingat sebelumnya di Kotim ada sejumlah kasus penyelundupan berkaitan dengan trenggiling. Namun, dengan adanya penjelasan dari pihak Pelindo dugaan itu pun terbantahkan.

Muriansyah menjelaskan dari keterangan Safety Officer Pelindo Andriansyah, trenggiling itu ditemukan berkeliaran di areal pelabuhan pada Selasa (30/9) oleh tiga orang petugas setempat.

“Setelah berhasil diamankan oleh ketiga petugas itu, trenggiling tersebut dimasukkan dalam karung tapi karena khawatir lepas, lalu trenggiling yang sudah di karung itu dimasukkan ke dalam peti kemas yang kosong,” ujarnya.

Lalu, pada Rabu (1/10) sekitar pukul 11:00 WIB, pihak Pelindo melaporkan penemuan itu ke pihak Karantina Hewan. Sore harinya, tim Disdamkarmat bersama Komunitas Reptil Sampit datang ke TPK Bagendang untuk mengevakuasi satwa itu.

Setelah mendengarkan kronologis tersebut, Muriansyah pun menyampaikan terima kasih kepada pihak Pelindo yang telah membantu mengamankan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang tersebut.

Baca Juga :   PLN Palangka Raya Digeruduk Massa

Meski kasus ini dipastikan bukan upaya penyelundupan, BKSDA tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian semua pihak terhadap keberadaan satwa dilindungi.

“Saya juga memberikan sosialisasi kepada manajemen Pelindo terkait perilaku trenggiling dan buaya, serta aturan hukum yang melindungi satwa liar, karena keterangan dari petugas setempat, bahwa buaya sering muncul atau terlihat di tepi Sungai Lenggana yang berada tak jauh dari pelabuhan,” tutur Muriansyah dilansir dari AntaraNews.

Dalam kunjungan tersebut, Muriansyah juga melihat langsung lokasi penemuan dan peti kemas yang digunakan untuk menyimpan trenggiling sebelum dievakuasi oleh Disdamkarmat.

Ia menerangkan, terminal peti kemas itu dibangun di atas tanah dan di belakangnya terdapat semak belukar yang cukup rimbun dan luas yang diperkirakan mencapai puluhan hektare hingga mencapai tepi jalan raya dan di seberang jalan terdapat hutan.

Posisi peti kemas tersebut berada di dekat semak belukar dengan hanya dibatasi pagar kawat biasa, sehingga ada kemungkinan trenggiling tersebut datang dari arah semak belukar lalu menerobos pagar kawat dan masuk ke areal terminal. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
WAPRES Gibran Pastikan Perawatan Orang Utan Terdampak Karhutla
KARHUTLA KALTENG: Sumber Api Satu Korporasi Diselidiki
HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat
TERUNGKAP Pengemudi Mobil SUV yang Tabrak Kabur Ternyata Pengedar Narkoba Lintas Kalselteng
KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya
TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca