PLN Palangka Raya Digeruduk Massa

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa menggeruduk kantor PLN Palangka Raya karena target pemadaman listrik selesai pada 5 Agustus 2026 belum terlaksana. (Foto: Istimewa)

Massa menggeruduk kantor PLN Palangka Raya karena target pemadaman listrik selesai pada 5 Agustus 2026 belum terlaksana. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Janji berakhirnya pemadaman listrik bergilir pada 5 Agustus 2026 kembali dipertanyakan. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap mendatangi Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (7/8/2026), untuk menagih kepastian tersebut.

Aksi ini menjadi Jilid V Gerakan Palangka Raya Gelap. Massa menilai janji manajemen PLN saat pertemuan sebelumnya di Istana Isen Mulang belum terealisasi.

Sebab, hingga Jumat, pemadaman masih terjadi di sejumlah wilayah Palangka Raya dan daerah lain di Kalimantan Tengah. Di hadapan perwakilan PLN, massa meminta penjelasan terbuka mengenai kondisi sistem kelistrikan, kepastian kapan pemadaman berakhir, serta kompensasi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kerugian.

Perwakilan PLN UP3 Palangka Raya, Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi, Sesen, kemudian menyampaikan penjelasan resmi perusahaan. PLN menyebut sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam kondisi siaga. Kondisi tersebut kembali terjadi setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) mengalami gangguan pada 6 Agustus 2026.

“Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan Kalselteng kembali menurun sehingga status sistem masih berada dalam kondisi siaga,” kata Sensen, dikutip dari detikKalimantan, Jumat (7/8/2026) sore.

Sebelumnya, kondisi kelistrikan sempat membaik setelah PLTU TPI Unit 2 beroperasi lebih cepat dari target pada 28 Juli 2026. Tambahan pasokan juga masuk setelah PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus. Namun, perbaikan tersebut kembali terganggu setelah terjadi kebocoran pada bagian boiler PLTU TPI. Akibatnya, kemampuan pasok listrik kembali terbatas.

Kondisi itu membuat PLN memastikan pemadaman bergilir secara terbatas masih diberlakukan kepada sebagian pelanggan selama tujuh hari ke depan. PLN berdalih langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan sistem sembari menunggu proses perbaikan pembangkit.

Perusahaan juga mengaku terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia. Pengaturan operasi sistem dilakukan agar dampak pemadaman terhadap fasilitas vital, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi dapat ditekan.

Namun, penjelasan tersebut belum membuat massa puas. Koordinator aksi, Viteli, menegaskan kedatangan mereka merupakan bentuk penagihan terhadap komitmen PLN yang sebelumnya menyatakan pemadaman bergilir akan berakhir pada 5 Agustus.

“Kami hanya menagih janji. Dijanjikan tanggal 5 tidak ada lagi pemadaman, tetapi sampai tanggal 7 pemadaman masih terjadi di Palangka Raya dan wilayah Kalteng,” kata Viteli.

Baca Juga :   POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Menurutnya, alasan gangguan boiler di PLTU TPI tidak serta-merta menghapus persoalan utama yang dirasakan masyarakat, yakni ketidakpastian kapan listrik kembali normal. Aliansi juga menuntut adanya kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

“Selain itu, mereka meminta evaluasi terhadap jajaran manajemen PLN yang dinilai bertanggung jawab atas krisis kelistrikan di Kalteng,” kata dia.

Viteli mengungkapkan, pihaknya bahkan telah menyurati DPR RI sejak 3 Agustus 2026 untuk meminta digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai persoalan kelistrikan di Kalteng.

“Kami ingin ada kejelasan kapan pemadaman ini berakhir, ada kompensasi bagi masyarakat yang dirugikan, dan kami juga menuntut GM PLN UID Kalselteng serta manajer-manajer PLN di Kalteng dicopot,” tegasnya.

Terkait kompensasi, massa menyebut PLN telah menyampaikan skema berupa tambahan kWh bagi pelanggan prabayar dan pengurangan tagihan untuk pelanggan pascabayar. Namun, persoalan mekanisme pengajuan kompensasi masih menjadi pertanyaan masyarakat.

Satrio, salah seorang peternak di Palangka Raya, mengaku merasakan langsung dampak pemadaman terhadap aktivitas usahanya.

“Kami sebenarnya hanya menagih janji. PLN menjanjikan pemadaman berhenti tanggal 5 dan akan ada kompensasi, tetapi sampai sekarang tidak jelas bagaimana cara masyarakat mengajukan kompensasi itu,” ujarnya.

Ia berharap PLN tidak hanya memberikan penjelasan mengenai gangguan pembangkit, tetapi juga memastikan hak masyarakat yang mengalami kerugian. Massa menegaskan persoalan tersebut tidak akan berhenti di tingkat daerah.

Jika tuntutan mereka tidak mendapat kepastian, aliansi berencana membawa persoalan krisis listrik Kalselteng ke DPR RI dan meminta jajaran direksi serta manajemen PLN bertanggung jawab.

Sementara itu, PLN meminta masyarakat memantau perkembangan sistem kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi perusahaan.

Dengan kondisi sistem yang masih siaga dan pemadaman dipastikan berlangsung hingga tujuh hari ke depan, masyarakat Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalselteng kini kembali harus bersiap menghadapi gangguan pasokan listrik. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENANGANAN Karhutla tak Hanya Berfokus Pemadaman
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
TANGGULlANGI Karhutla di Kalsel, Pemerintah Keluarkan Inpres Larangan Membakar
PEMERINTAH PUSAT Siapkan 100 Miliar dan Dua Pesawat Tangani Karhutla di Kalsel
WAH ! Lokasi RSJ Sambang Lihum Dikepung Asap Karhutla, Ratusan Pasien Dievakuasi
SEMBILAN KORBAN Diterbangkan Menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 Menuju Banjarmasin
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel
SATU KORBAN KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Operasi SAR Masih Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:23

TANGGULlANGI Karhutla di Kalsel, Pemerintah Keluarkan Inpres Larangan Membakar

Rabu, 23 September 2026 - 22:07

WAH ! Lokasi RSJ Sambang Lihum Dikepung Asap Karhutla, Ratusan Pasien Dievakuasi

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

SEMBILAN KORBAN Diterbangkan Menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 Menuju Banjarmasin

Rabu, 23 September 2026 - 21:34

“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel

Rabu, 23 September 2026 - 15:31

SATU KORBAN KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Operasi SAR Masih Berlanjut

Rabu, 23 September 2026 - 00:13

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo

Selasa, 22 September 2026 - 21:27

SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya

Selasa, 22 September 2026 - 21:22

DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Helikopter Chinook CH-47 milik Japan Self-Defense Forces (JSDF) disiapkan untuk memperkuat upaya Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. (Foto: Istimewa)

Kalbar

JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:37

Foto udara api membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

PENANGANAN Karhutla tak Hanya Berfokus Pemadaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:28

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca