SuarIndonesia – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin melalui bidang penataan bangunan dan ruang memberikan bimbingan teknis pemberdayaan penanggungjawaban teknis kepada Badan Usaha Jasa Kondtruksi Kualifikasi Kecil.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Ir H Arifin Nor mengatakan, bimbingan teknis kepada para badan usaha jasa konstruksi ini untuk meningkatkan pemahaman kepada para pelaku jasa konstruksi tentang kualitas standarisasi bangunan.
“Paling tidak mereka paham dan mengerti tentang standarisasi bangunan sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas bangunan,” kata Arifin.
Mantan Kadis Perkim Kalsel ini mengatakan pekerjaan bangunan ke depan akan terjadi persaingan bisnis konstruksi di masa depan seiring dengan pesatnya pembangunan.
Oleh karena itulah, para konsultan juga harus siap menghadapi pesatnya pembangunan dan majunya teknologi di masa depan.
“Teknologi bergerak cepat dengan inovasi-inovasi baru. Jika mereka tak membekali dirinya maka mereka pun akan kalah bersaing,“ katanya.
Sementara, saat ini di Kota Banjarmasin juga telah banyak masuk konsultan dari luar yang menawarkan jasa konstruksi lebih bagus.

“Makanya kami ingin para konsultan lokal juga bisa bersaing. Kalau perlu kami akan lakukan bimbingan teknis hinga ke para tukang-tukangnya,” ucap Arifin.
Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel, Ir H Subhan Syarief yang menjadi narasumber menjelaskan, para penanggungjawab teknis memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat krusial dalam jasa konstruksi bangunan.
Karena itulah, untuk memajukan jasa konstruksi lokal diperlukan bimbingan teknis secara kesinambungan untuk meningkatkan SDM agar bisa bersaing dengan kontraktor dan pengusaha dari luar wilayah.
Ia mengatakan, 2021 -2025 ke depan aga pengusaha Banjarmasin bisa terlibat minimal sebagai patner dalam pembangunan.
Ia menjelaskan, bimbingan teknis tak hanya teknis dan non teknis seperti regulasi. Bintek secara berjenjang memiliki pengetahuan dan magang-magang akan meningkatkan SDM mereka sekaligus meningkatkan kualitas bangunan.
Bahkan saat ini fokus pada kontraktor lokal agar bisa membidik pemakai jasa konstruksi swasta.
“Karena menurut saya kini investor dalam membangun di Banjarmasin ternyata lebih banyak memakai jasa kontraktor dari luar wilayah. Nah dengan bintek ini kami harapan konsuktan lokal juga bisa bersaing dengan SDM dan kualitasnya,” katanya.
“Jadi ke depan kami ingin kebijakan khusus dalam perlindungan dengan usaha kecil agar bisa memberdayakan pembangunan lokal dengan badan usaha dan pekerja konstruksi lokal,” demikian Subhan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















