SuarIndonesia – Beberapa foto bertuliskan nada protes pasien karantina khusus di Kampus II BPSDMD Kalsel, di Ambulung, Banjarbaru, beredar di media sosial (medsos).
Foto yang tersebut yang pertama bertuliskan “kami ingin pulang , kami stres sudah bosa, mohon kebijaksanaan”.
Tulisan ke dua berbunyi “kami didustai mentah-mentah, di sini kami sehat corona tidak ada, yang ada malah merana dikarantina”.
Pada foto tersebut nampak juga para pasien berkerumunan menyampaikan aspirasi protes kepada petugas jaga.
Aksi tersebut muncul diduga karena terlalu lama menunggu hasil Polymerase Chain Reaction (PCR).
Wakil Koordinator Karantina khusus Kalsel, Sukamto, menyebut hal demikian wajar. Pihak petugas karantina secara persuasif mengajak para tamu untuk tenang sementara waktu mengingat hasil PCR masih nunggu antrean.
“Pertama kita menunggu hasil, untuk dinyatakan sembuh menunggu hasil swab yang kedua. Kemarin sudah diswab tanggal 30 Mei.

Kita harapkan hasilnya cepat keluar, sehingga hasilnya cepat diketahui. Seumpama besok keluar hasil swab maka tidak lama mereka keluar.
Permasalahanya kan hasil swabnya belum keluar masih antre,” kata dia.
Dijelaskan Sukamto lebih jauh, secara protap perlu dua kali swab untuk dinyakan benar-benar negatif.
Jika hanya sekali masih belum aman dan maish berpotensi menularkan virus dari dirinya.
Guna menjaga kerisauan mereka, pihak pemerintah provinsi memberikan bantuan ke keluarga pasien sebesar Rp300 ribu per bulan.
“Kita harapkan teman teman kabupaten juga ikut memberikan bantuan kepada mereka untuk tidak resah. Ini tetap kami komunikasikan, ” kata dia.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















