BERMASALAH LAGI PDB Online SMP di Banjarmasin

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2020 - 19:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online sistem zonasi tak pernah berjalan mulus. Selalu ada masalah di ujung prosesnya. Yakni soal penumpukan dan kekurangan mendaftar.

Di Banjarmasin ini selalu terjadi. Sebut di 2019 silam, saat PPDB menerapkan sistem zonasi sekolah. Saat itu yang menjadi masalah banyaknya SD di satu wilayah tak sebanding dengan jumlah SMP setempat.

Ujung-ujungnya setelah proses PPDB resmi dinyatakan selesai, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin bersama pihak sekolah malah kerepotan sendiri. Mereka harus mendistribusikan pendaftar dari SMP yang kelebihan ke yang kekurangan secara offline.

“Ini masalahnya. Makanya kami pindah jadi zonasi tempat tinggal sekarang. Kalau dulu kan yang sekolah,” ucap Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Negeri Banjarmasin, Saifuddin Zuhdi, Rabu (08/07/2020).

Saifuddin yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 10 ini mencontohkan, SMP Negeri 23 yang terletak di wilayah Banjarmasin Selatan. Karena di sana banyak SD sedang SMP sedikit sehingga saat itu sekolah kebanjiran pendaftar.

“Jadi kalau kami boleh jujur itu sebenarnya di SMP 23 itu tak ada muridnya. Tapi ketika zonasi sekolah diterapkan sebaliknya malah membludak. Ini masalahnya, makanya kami pindah jadi zonasi tempat tinggal sekarang,” bebernya.

Namun rupanya, merubah sistem zonasi dari sekolah ke tempat tinggal bukan berarti terbebas dari masalah. Di PPDB online sistem zonasi tempat tinggal kali ini masalah yang muncul yakni soal banyaknya SMP yang kekurangan pendaftar.

Alasanya serupa, tapi tak sama. Jika di PPDB 2019 banyaknya SD di satu wilayah tak sebanding dengan SMP. Kali ini lantaran SMP yang menumpuk di satu wilayah. Sedang jumlah penduduknya tak terlalu banyak.

Baca Juga :   GEGER ! Mr X Ditemukan tak Bernyawa di Samping Mushola Al-Falah Banjarmasin

“Letak sekolah kita tak strategis. Nggak simetris. Ada di daerah tertentu yang di situ banyak sekolah berkumpul. Sementara jumlah penduduk tidak banyak,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Ambil contoh di Banjarmasin Utara, di sana jumlah SMP terlalu banyak, sehingga banyak yang kekurangan. Penyebab lainnya juga terkait akses menuju sekolah, juga jadi pertimbangan si pendaftar.

“Ini juga jadi salah satu sebab orang tua atau anak enggan untuk masuk ke sekolah yang posisinya kebetulan seperti itu,” imbuhnya.

Hingga saat ini dari data Disdik Banjarmasin tercatat masih ada 14 SMP Negeri yang masih kekurangan pendaftar. Sebut saja SMPN 10, 13, 14, 16, 17, 18, 20, 21, 22, 25, 28, 29, 32, dan 34. Dengan total kekurangan sebanyak 1.177 pendaftar.

“Kalau kemarin di awal-awal ada 13 sekolah ternyata setelah diperbaharui lagi akhirnya hari ini tercatat ada 14 sekolah yang tak memenuhi kuota,” bebernya.

Kekurangan ini muncul dikarenakan dari total kuota yang disediakan untuk mengisi 35 SMP Negeri sebanyak 7.114 yang terisi hanya 5.965 dengan rincian pendaftar yang lulus melalui jalur prestasi 494, afirmasi 1.016, dan zonasi 4.455.

Lantas apa solusi untuk mengatasi kekurangan pendaftar ini? Totok mengatakan, meski PPDB online secara resmi berkahir. Disdik mengambil kebijakan untuk memperbolehkan sekolah yang kekurangan membuka pendaftaran hingga 13 Juli. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura
DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3
PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 17:58

DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca