BELAJAR LAGI, PAN ke Menag soal Radikalisme

- Penulis

Kamis, 7 November 2019 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Fachrul Razi semasa menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi Bravo 5. (Foto: Detikcom Photo/Rengga Sancaya)

SuarIndonesia – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN Ali Taher meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi kembali belajar tentang agama agar pemerintah tidak terlalu mencampuri pengamalan agama di masyarakat.

Taher menegaskan tak sepakat dengan pernyataan-pernyataan Menteri Fachrul soal radikalisme. Menurutnya, Fachrul terlalu banyak mencampuri pengamalan agama atas nama radikalisme.

“Oleh karena itu, belajarlah tentang apa itu agama, Pak Menteri. Apa itu faith dan apa itu religion. Agama pasal 29 adalah organisasi, mengatur, bukan faith. Faith itu iman, jangan diganggu,” kata Taher dalam Rapat Kerja Menteri Agama RI dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11).

Taher mencontohkan religion berkaitan dengan kerukunan antarumat beragama dan hubungan antara agama dengan pemerintah. Wilayah ini boleh dimasuki dan diatur oleh negara.

Sementara faith adalah wilayah agama yang berkaitan dengan kepercayaan, seperti ibadah. Taher menyebut Fachrul dan jajarannya tidak boleh sama sekali masuk ke wilayah ini.

Dia meminta Fachrul untuk berhenti bicara radikalisme. Sebab radikalisme versi Fachrul selama ini dinilai menyudutkan praktik keagamaan.

“Yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan agama,” tegasnya.

Taher juga mengingatkan posisi Kemenag sebagai penengah antaragama di Indonesia. Jika terus-menerus memicu polemik terkait agama, maka akan jadi kontraproduktif.

“Anda dan Kemenag menjadi wasit. Jangan sampai wasit Anda berjalan di dalamnya. Kemudian Anda kehilangan para pemain, maka Anda jalan sendirian. Hati-hati bisa ditinggalkan umat,” ucap dia.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019, Fachrul secara konsisten menyatakan tak ada toleransi untuk radikalisme. Beberapa poin yang ia utamakan adalah penolakan paham khilafah dan pembatasan penggunaan cadar serta celana cingkrang di instansi pemerintah.

Baca Juga :   KECELAKAN MAUT Renggut Tujuh Nyawa, Lima Diantaranya Mahasiswa ULM dan UNUKASE

Pada Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10), Fachrul juga mengumumkan hendak melakukan penataran penceramah. Sebab ia banyak menemukan pendakwah yang membodohi umat dan menyebarkan paham radikal.

“Memang kita pasti dalam waktu dekat akan segera melakukan semacam penataran penceramah, ustaz. Bagi yang mau, yang enggak mau ya enggak apa-apa, silakan, kita enggak maksa,” ujar Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10).

Terkait rencana pelarangan cadar, Fachrul membatalkan rencana tersebut. Dia juga meminta maaf apabila rencana pelarangan cadar dan celana cingkrang memicu gesekan-gesekan. Namun, Fachrul yakin itu bukan hal yang salah.

“Kalau itu menimbulkan beberapa gesekan-gesekan ya mohon maaf. Rasa-rasanya enggak ada yang salah rasanya. Mungkin saya mengangkatnya agak terlalu cepat,” ujarnya dalam pertemuan dengan pimpinan Komisi VIII DPR RI dan Ketua Kelompok Fraksi di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (5/11). (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JENDERAL SUYUDI Bersimpuh Cium Ibu Usai Dilantik Jadi Kapolri
KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Pegawai Adaro Andalan Indonesia dan Dua Pegawai Pajak
RESMI Komjen Suyudi Jadi Kapolri Gantikan Jenderal Listyo Sigit
PERKARA KORUPSI PT Asabaru Balangan Dua Terdakwa Divonis Penjara dan Denda
PEMILIK Kendaraan ODOL Bisa Kena Sanksi Pidana di RUU LLAJ
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas
SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:09

JENDERAL SUYUDI Bersimpuh Cium Ibu Usai Dilantik Jadi Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:51

KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Pegawai Adaro Andalan Indonesia dan Dua Pegawai Pajak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:42

DITAHAN Polda Kalsel Nakhoda KM Virgo Transport 8, Setelah Ditetapkan Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 20:46

PERKARA KORUPSI PT Asabaru Balangan Dua Terdakwa Divonis Penjara dan Denda

Rabu, 30 September 2026 - 20:27

PEMILIK Kendaraan ODOL Bisa Kena Sanksi Pidana di RUU LLAJ

Rabu, 30 September 2026 - 20:18

361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera

Rabu, 30 September 2026 - 14:06

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Selasa, 29 September 2026 - 22:54

SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terbaru

Petugas BPBD Kotawaringin Timur berjuang memadamkan api karhutla. (Foto: HO-BPBD Kotim)

Kalteng

KASUS KARHUTLA KOTIM: 11 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 1 Okt 2026 - 20:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca