BEKAS GALIAN Tambang PT Adaro di Tabalong Belum Ada Direklamasi dan Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 2 Maret 2022 - 21:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Bekas galian tambang, yang dilakukan PT. Adaro Indonesia di Tabalong, hingga kini belum ada yang direklamasi, padahal Kontrak PKP2B Adaro akan berakhir pada tahun ini.

“Tak satupun bekas galian tambang yang dilakukan adaro di reklamasi di Tabalong,” ucap Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Tabalong. Habib M.Taufani Al Kaff kepada awak media.

Diakuinya karena terkendala dampak covid pihaknya kesusahan untuk melakukan monitoring, pasalnya untuk perizinan pertambangan dilakukan oleh Pusat.

“Informasi terakhir PT. Adaro di Tabalong tetap mengajukan perpanjangan kontrak PKP2B ke pusat,” katanya.

Pihak dewan daerah menurutnya, akan tetap berusaha untuk menagih janji pada perusahaan agar melakukan reklamasi dan yang belum terealisasi.

Selain akan mendorong dewan daerah dan pemerintah dengan perpanjangan kontrak baru ini, ujarnya akan mempertanyakan kepada pihak perusahan apa saja yang telah diberikan ke daerah, yang sudah kerja sama lebih sepuluh tahun.

“Jangan sampai kami hanya ditinggali lubang bekas galian, kita harap ada upaya untuk memajukan masyarakat meski kontrak akan segera berakhir per tanggal 1 Oktober 2022,” harapnya

Baca Juga :   POLDA KALSEL SITA 172,4 Kilogram Sabu dari Jaringan Antarprovinsi, Ada Termuat di Kemasan Teh China

Habib M.Taufani Al Kaff juga mengatakan, pihaknya telah cek langsung kelapangan, karena dalih dari perusahaan melakukan perpanjangan 2 x 10 tahun, ternyata di table sendiri belum ada reklamasi tersebut, yang ada hanya di daerah dahai Kabupaten Balangan.

“Ini yang kita kejar terus belum ada reklamasi di Tabalong,” tambahnya lagi.

Menurutnya, pihak perusahaan pada statemenya di tahun 2018 lalu telah berjanji baik dan mewacanakan akan melakukan reklamasi jalan dan membuat tempat destinasi wisata berkelas internasional dari bekas galian tambang tersebut.

Dan pihak perusahaan tengah melakukan studi banding dengan acuannya malaysia dan china.”Semoga pihak perusahaan komitmen pada janjinya,” harapnya (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru