BASARNAS TUTUP OPERASI SAR KM Virgo, 53 Korban Masih Belum Ditemukan

- Penulis

Rabu, 4 November 2026 - 22:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana (ketiga kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers penutupan operasi SAR KM Virgo Transport 8 pada hari ke-53 SAR, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (4/11/2026). (Foto: Antara)

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana (ketiga kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers penutupan operasi SAR KM Virgo Transport 8 pada hari ke-53 SAR, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (4/11/2026). (Foto: Antara)

SuarIndonesia — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa, setelah operasi berlangsung selama 53 hari meskipun 53 orang dari total 243 orang dalam manifes kapal masih belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan keputusan penutupan operasi SAR diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap upaya pencarian yang telah dilaksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur SAR gabungan.

“Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 pada hari ini Rabu, 4 November 2026 telah ditutup, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan oleh seluruh unsur,” kata I Putu dalam konferensi pers penutupan operasi SAR KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan hasil pencarian hingga hari terakhir operasi, sebanyak 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sedangkan 53 orang lainnya belum ditemukan meskipun pencarian telah berlangsung lebih dari tujuh pekan sejak kapal mengalami kecelakaan Minggu (13/9/2026).

Dilansir Antara, I Putu menjelaskan penutupan operasi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur apabila masih terdapat indikasi atau tanda-tanda korban dapat ditemukan.

Selama 53 hari pencarian, Basarnas mengerahkan kekuatan gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, BMKG, serta berbagai instansi dan potensi SAR lainnya untuk memperluas jangkauan pencarian dan mendukung proses penanganan kecelakaan kapal tersebut.

Pencarian dilakukan melalui tiga metode utama, yakni penyisiran udara menggunakan helikopter serta pesawat Boeing dan Cessna, pencarian di permukaan laut dengan mengerahkan kapal Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan dan unsur perusahaan, serta penyelaman di bawah permukaan air oleh tim gabungan Basarnas, TNI Angkatan Laut dan Polri.

Baca Juga :   SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Basarnas dan tim gabungan memperluas jangkauan pencarian melintasi perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga wilayah kerja Kantor SAR Pontianak di Kalimantan Barat, termasuk penyisiran sepanjang pantai dan pulau-pulau tidak berpenghuni, sementara penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan personel, peralatan, serta batas keselamatan selama operasi berlangsung.

I Putu mengatakan hasil evaluasi selama 53 hari menunjukkan tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban yang dapat ditindaklanjuti melalui pencarian di permukaan perairan, sedangkan upaya salvage atau pengangkatan bangkai kapal masih memerlukan proses sehingga belum dapat menjadi dasar untuk melanjutkan operasi SAR saat ini.

Meski operasi resmi ditutup, Basarnas bersama seluruh pemangku kepentingan tetap melaksanakan pemantauan terhadap perkembangan informasi mengenai kemungkinan ditemukannya korban, termasuk apabila terdapat petunjuk yang dapat dipertanggungjawabkan dan memungkinkan dilakukannya pencarian lanjutan.

“Basarnas siap membuka kembali operasi SAR apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda keberadaan korban dan proses pengangkatan kapal memungkinkan dilaksanakan, dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta seluruh unsur terkait lainnya,” ujar I Putu Sudayana. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENHUB DESAK ASURANSI P&I Tunjuk Mitra Lokal Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8
DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”
AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas
DORONG Titian Jalan dan Wisata Kerbau Rawa, Ketua DPRD Kalsel Serap Aspirasi Warga Paminggir
DPRD Kalsel Bahas Perbaikan Jalan Banua Anam
REFORMASI POLRI di Persimpangan antara Kekuasaan dan Kepercayaan Rakyat
KAPOLSEK Banjarmasin Timur Ajak Warga Dialog di Bawah Jembatan
DIHENTIKAN Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tercatat 53 Orang Belum Ditemukan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:47

TERCATAT 401.586 KASUS Kumulatif Ispa Akibat Karhutla

Rabu, 4 November 2026 - 23:08

BANJIR-LONGSOR Landa Wilayah Perbatasan Entikong, 2 Rumah Roboh

Rabu, 4 November 2026 - 22:05

DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Rabu, 4 November 2026 - 21:54

AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:37

HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air

Rabu, 4 November 2026 - 18:50

KAPOLSEK Banjarmasin Timur Ajak Warga Dialog di Bawah Jembatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

DIHENTIKAN Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tercatat 53 Orang Belum Ditemukan

Rabu, 4 November 2026 - 18:15

HELIKOPTER TNI Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla di Kalteng

Berita Terbaru