BANYAK TANTANGAN Beginilah Cerita Petugas Pemadaman Karhutla

BANYAK TANTANGAN Beginilah Cerita Petugas Pemadaman Karhutla

SuarIndonesia – Masa tugas personel darat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalsel resmi berakhir setelah kurang lebih 50 hari menjaga agar tidak terjadi kabut asap.

Di wilayah Pos Lapangan II terjadi 5 sampai 6 kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu 50 hari.

Bagaimana cerita petugas lapangan dalam menjaga lahan agar tidak terjadi kebakaran yang luas, berikut perbincangan dengan personel Pos Lapangan II Satgas Darat Siaga Karhutla Kalsel, Serka Nanang Hadi dan Aiptu Singgih Sarwono.

Disebutkan Nanang, tantangan di lapangan yang dihadapi sulitnya mencari sumber air, bahkan ada titik api yang berjarak 8 sampai 9 sambungan slang.

Nanang menyebut perosonel siaga 24 jam penuh. Jika muncul titik api langsung diturunkan personel darat.

Meski banyak tantangan, Nanang mengaku juga banyak suka tergabung di pos lapangan pemadaman.

“Sukanya jadi petugas lapangan karena semua personel kompak. Semuanya langsung turun bahu membahu apabila muncul titik api, tidak hanya dari pos lapangan saja tapi juga dari Manggala Agni maupun Polhut.

Dukanya ya itu kadang di lapangan terkendala air minum. Pas lagi memadamkan suasana panas air minum habis. Jarak dengan jalan raya sangat jauh,” tuturnya.

Sementara itu, Singgih Sarwono, mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, sebab proses pemadaman sangat sulit. Terlebih jika api sudah masuk ke dalam lahan gambut.

“Membuka lahan jangan dibakar, disisihkan bisa dengan ditimpuk jadi humus.

Dari patroli kami masih ditemukan membuka dengan cara dibakar, kalau ditanya jawabnya lebih efisien,” katanya.(RW)

 66 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: