BANYAK TANTANGAN Beginilah Cerita Petugas Pemadaman Karhutla

- Penulis

Rabu, 30 September 2020 - 21:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Masa tugas personel darat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalsel resmi berakhir setelah kurang lebih 50 hari menjaga agar tidak terjadi kabut asap.

Di wilayah Pos Lapangan II terjadi 5 sampai 6 kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu 50 hari.

Bagaimana cerita petugas lapangan dalam menjaga lahan agar tidak terjadi kebakaran yang luas, berikut perbincangan dengan personel Pos Lapangan II Satgas Darat Siaga Karhutla Kalsel, Serka Nanang Hadi dan Aiptu Singgih Sarwono.

Disebutkan Nanang, tantangan di lapangan yang dihadapi sulitnya mencari sumber air, bahkan ada titik api yang berjarak 8 sampai 9 sambungan slang.

Nanang menyebut perosonel siaga 24 jam penuh. Jika muncul titik api langsung diturunkan personel darat.

Meski banyak tantangan, Nanang mengaku juga banyak suka tergabung di pos lapangan pemadaman.

“Sukanya jadi petugas lapangan karena semua personel kompak. Semuanya langsung turun bahu membahu apabila muncul titik api, tidak hanya dari pos lapangan saja tapi juga dari Manggala Agni maupun Polhut.

Baca Juga :   KOMISI II DPRD Kalsel Bahas Rasionalisasi Anggaran Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Dukanya ya itu kadang di lapangan terkendala air minum. Pas lagi memadamkan suasana panas air minum habis. Jarak dengan jalan raya sangat jauh,” tuturnya.

Sementara itu, Singgih Sarwono, mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, sebab proses pemadaman sangat sulit. Terlebih jika api sudah masuk ke dalam lahan gambut.

“Membuka lahan jangan dibakar, disisihkan bisa dengan ditimpuk jadi humus.

Dari patroli kami masih ditemukan membuka dengan cara dibakar, kalau ditanya jawabnya lebih efisien,” katanya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JASAD ABK Camara Nusantara 6 Ditemukan Mengapung
SAR GABUNGAN Temukan Nelayan Terseret Arus di Muara Badak
DIAN RAHMAT TRIANTO Raih Women’s Inspiration Awards 2026
EMBARKASI Banjarmasin Siap Berangkatkan JCH Kloter 06 dari Kalteng
KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin
SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti
TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri
TANAMAN JAGUNG di Lahan Sekitar 18 Hektare Dipantau Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin Perkembangannya

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:22

PEMBENTUKAN Satgas Mitigasi PHK Guna Lindungi Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kalsel

JASAD ABK Camara Nusantara 6 Ditemukan Mengapung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:17

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca