BANJIR dan Longsor di Luwu, Satu Desa Terisolir dan 500 KK Terdampak

- Penulis

Senin, 8 Juli 2024 - 00:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Sulsel melaporkan enam kecamatan di Kabupaten Luwu dilanda bencana banjir dan longsor. Sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak. [ANTARA FOTO/Arnas P]

BPBD Sulsel melaporkan enam kecamatan di Kabupaten Luwu dilanda bencana banjir dan longsor. Sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak. [ANTARA FOTO/Arnas P]

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel melaporkan enam kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilanda bencana banjir dan longsor akibat hujan dengan intensitas yang tinggi dan sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Iya ada beberapa titik banjir dan longsor di Kabupaten Luwu,” kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo dilansir CNNIndonesia, Minggu (7/7/2024).

Penyebab banjir dan longsor tersebut, kata Amson, akibat curah hujan sangat lebat terjadi pada Minggu (7/7) sekitar pukul 02.00 WITA.

“Hujan intensitas lebat tadi malam membuat hampir di seluruh wilayah Kabupaten Luwu terjadi banjir dan longsor,” ungkapnya.

Amson menyebutkan titik bencana longsor terjadi di Desa Bolu, Kecamatan Bastem dan Dusun Sikuku, Desa Komba, Kecamatan Larompong.

Sementara untuk titik banjir di Kabupaten Luwu terjadi di Kecamatan Bua Ponrang, Kecamatan Larompong, Ponrang Selatan, Suli Barat dan Kecamatan Suli.

“Banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Larompong, kalau banjir di Desa Riwang, Kelurahan Larompong dan longsor di Desa Komba,” sebutnya.

Baca Juga :   SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Dampak dari bencana banjir longsor tersebut, kata Amson satu desa terisolir akibat longsor disebabkan jalan penghubung antar desa terputus.

“Akses jalan Desa Komba tertutupi material longsor sepanjang 15 meter, dan 1 unit rumah. Dikhawatirkan ada 1 KK terancam terkena longsor susulan. Kemudian 500 KK terdampak banjir,” jelasnya.

Sementara ini, kata Amson kondisi terakhir banjir yang merendam pemukiman warga dan jalan trans Sulawesi berangsur-angsur sudah surut.

“Kondisi gerakan tanah longsor di 2 desa membutuhkan alat berat guna pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan desa,” pungkasnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:52

DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:02

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca