BANJARMASIN Targetkan 80 Persen Kelurahan Stop BAB Sembarangan

- Penulis

Rabu, 23 Oktober 2024 - 00:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menghadiri kegiatan deklarasi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalsel komitmen stop BAB sembarangan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (22/10/2024). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin)

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menghadiri kegiatan deklarasi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalsel komitmen stop BAB sembarangan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (22/10/2024). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin)

SuarIndonesia — Wali Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan H Ibnu Sina menyampaikan komitmen daerahnya untuk menargetkan 80 persen wilayah kelurahan di daerahnya tidak ada lagi atau stop buang air besar (BAB) secara sembarangan pada 2024.

Dikutip dari Antara, Ibnu Sina di Banjarmasin Selasa (22/10/2023) mengatakan, saat ini gerakan Open Defecation Free (ODF) atau gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan di kotanya sudah pada 32 kelurahan atau 61 persen dari 52 kelurahan yang ada di kota ini.

Insya Allah akan ada 10 kelurahan lagi yang deklarasi stop BAB sembarangan ini pada akhir November 2024,” katanya.

Dengan adanya deklarasi 10 kelurahan lagi, dia optimistis target tercapai hingga 80 persen kelurahan untuk menjaga lingkungan yang sehat dan bersih, tidak ada lagi BAB sembarangan yang langsung nyemplung ke sungai.

Ibnu Sina mengakui mengubah perilaku masyarakat bukan hal yang mudah, terutama di daerah bantaran sungai, di mana kebiasaan BAB sembarangan sudah lama mengakar.

“Untuk menghilangkan kebiasaan ini butuh dialog panjang, apalagi kalau sudah menyangkut jamban -toilet- di pinggir sungai. Ini harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kebiasaan tersebut tidak hanya terkait perilaku individu, tetapi juga masalah ketersediaan infrastruktur sanitasi yang layak.

“Kita bersyukur, Banjarmasin sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah di beberapa titik dan sistem komunal menggunakan pipa, termasuk biofilter. Ini langkah penting untuk memastikan akses sanitasi di kota kita semakin baik,” ujar Ibnu Sina.

Baca Juga :   KEJATI KALSEL, Tahan Direktur PT ADCL Perkara Penyertaan Modal Rp 19 Miliar

Menurut data, akses sanitasi layak di Banjarmasin saat ini telah mencapai 95 persen, melebihi target nasional 90 persen yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Namun, tantangan masih ada dalam mencapai sanitasi sehat, baru tercapai tiga persen, sementara target nasional adalah 15 persen.

Karena itu, Ibnu Sina menyatakan, capaian ini perlu terus didorong melalui sosialisasi dan edukasi di masyarakat, terutama di kawasan pinggiran sungai.

“Kita harus bekerja sama agar masyarakat di bantaran sungai berhenti buang air di sungai. Mereka perlu diarahkan untuk menggunakan fasilitas komunal atau biofilter yang sudah kita sediakan di darat,” ucapnya.

Ibnu Sina juga mengatakan, dalam upaya mencapai target stop BAB sembarangan tersebut, Pemko Banjarmasin akan memrioritaskan 20 kelurahan yang masih berstatus belum tersebut.

Menurut dia, beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus meliputi Kelayan, Mantuil, Alalak, dan untuk daerah Pasir Mas sudah dapat diatasi.

“Pasir Mas itu kan daerah pelabuhan, sudah hampir tidak ada lagi BAB sembarangan di sana. Tinggal beberapa kelurahan yang harus kita tuntaskan,” ujarnya.

“Kita punya satu keunggulan, bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, target ini bisa kita capai,” ujarnya lagi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
BAHAS Anggaran Kebun Raya Banua, Begini Penekanan DPRD Kalsel
TERBONGKAR ! SPBU di Jalan Pramuka Diduga Jual Pertalite Bersubsidi Secara Ilegal, Lima Orang Tersangka
DPRD Kalsel Sahkan Raperda Penanaman Modal dan Terima LPJ APBD 2025
KOMPAK Lawan Peredaran, Telawang Percontohan Kampung Bebas Narkoba
AKSI PENCURI UANG di Celengan Musala Disergap Warga Sungai Andai
POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:36

KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:47

BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48

TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:25

DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:12

PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:49

BAHAS Anggaran Kebun Raya Banua, Begini Penekanan DPRD Kalsel

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:39

TERBONGKAR ! SPBU di Jalan Pramuka Diduga Jual Pertalite Bersubsidi Secara Ilegal, Lima Orang Tersangka

Berita Terbaru


Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. (Foto: Antara/IC Senjaya)

Bisnis

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:48

Praktisi sekolah rumah dari Rumah Belajar 4 Jagoan Mila Fitrina memaparkan praktik baik penerapan gerakan 7 KAIH dalam webinar bertajuk Solusi Seri Praktik Baik Penerapan 7 KAIH di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

Nasional

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca