BALADA Pengubur Jenazah Covid-19, Mengusir Rasa Takut Demi Kemanusiaan

- Penulis

Kamis, 16 April 2020 - 12:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

SuarIndonesia – Sudah sekitar satu bulan virus corona (Covid-19) mewabah di Yogyakarta. Selama itu pula tak sedikit orang yang meninggal akibat corona. Data Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY per 15 April, tercatat 30 orang meninggal dunia.

Proses penguburan jenazah Covid-19 menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan virus ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY adalah garda terdepan dalam penanganan jenazah Covid-19, selain Tenaga Kesehatan (Nakes).

Endro Sambodo, anggota TRC BPBD DIY, turut menguburkan sebagian jenazah Covid-19.

Pria asal Sleman ini telah enam tahun bekerja di BPBD DIY, namun tugas kali ini menjadi pengalaman pertamanya dalam mengebumikan jenazah.

Sedikit was-was sempat dirasakan Endro. Apalagi, pengalaman pertamanya langsung terkait dengan jenazah Covid-19.

“Pas awal-awal, kami juga agak takut,” katanya kepada CNNIndonesia.com, di kantor BPBD DIY, Rabu (15/4).

Rasa takut, dikatakan Endro, terutama karena ia dan rekan-rekannya belum memahami prosedur pemakaman jenazah kasus Covid-19.

Endro berkata setelah berkonsultasi dengan seorang dokter RS swasta di Yogyakarta, pelan-pelan ketakutan itu pudar.

Hal lain yang membuatnya berani terjun dalam penguburan jenazah Covid-19 adalah pertimbangan kemanusiaan.

Kata dia, sejak virus mewabah, masyarakat saat ini hampir tidak berani menyentuh jenazah. Bahkan ketika jenazah itu bukan korban virus corona.

“Kalau mengandalkan atau meminta bantuan kepada pihak-pihak yang selama ini menangani hal seperti itu, mereka juga takut… Akhirnya, mau tidak mau kami yang melakukan penanganan,” ujarnya.

Protokol penguburan jenazah Covid-19 begitu ketat. Endro menuturkan protokol ini diterapkan petugas terhadap semua jenazah Covid-19, baik yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif.

Satu tim penguburan jenazah Covid-19 berjumlah enam orang. Pembagiannya, dua orang berada di ambulans jenazah, empat orang menggunakan kendaraan lain.

Baca Juga :   FAJAR - RIAN Hadapi Tuan Rumah di Final Kumamoto Masters 2024, Besok

“Karena tidak diperbolehkan personel itu berada satu ruangan atau kendaraan dengan peti,” ujarnya.

Sejak awal proses pemakaman petugas yang terlibat wajib memakai alat pelindung diri (APD).

“Cover all sehingga seluruh anggota badan tertutup rapat dari kemungkinan percikan-percikan atau terkena sentuhan kulit dari jenazah,” tutur dia.

Selain itu, ada juga pembagian waktu. Dia bilang petugas pemakaman yang telah mengenakan APD selama 1,5 jam wajib diganti oleh petugas cadangan.

Endro berkata pergantian dilakukan karena penggunaan APD selama lebih dari 1 jam bisa menyebabkan dehidrasi. Pernafasan pun terhambat karena penggunaan masker yang rapat.

Selanjutnya, usai penguburan, para petugas yang terlibat harus beristirahat dalam waktu yang tak bisa ditentukan. Mereka dimasukkan ke zona dekontaminasi yang telah disediakan.

Setelah keluar zona dekontaminasi pun para petugas tidak dianjurkan berkegiatan langsung di lapangan selama 1×24 jam. Selepas menjalani semua protokol itu, barulah mereka diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.

Endro mengaku kerap bersedih menjalankan tugasnya sebagai pengubur jenazah Covid-19. Apalagi bila yang dikuburnya masih anak-anak.

“Tapi kami kembali ke tupoksi. Kalau kami terbawa perasaan, terbawa emosi, dan segala macamnya, maka kami tidak akan jalan,” ucapnya.

Tak hanya menahan sedih, kata Endro, para petugas juga harus rela jarang bertemu keluarga. Pertama, karena risiko terpapar virusnya besar. Kedua, petugas juga harus siap siaga selama 24 jam, jika sewaktu-waktu ada panggilan.

Meski begitu, Endro mengaku bangga menjadi bagian dari TRC BPBD DIY yang bertugas menguburkan jenazah pasien Covid-19.(CNNIndonesia.com/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel
TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 17:58

DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca