BAKAL JADI Kota Kembar Banjarbaru-Banjarmasin, Dampak Pemindahan Ibukota Kalsel

- Penulis

Minggu, 20 Februari 2022 - 20:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Pemindahan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kini tengah ramai dibincangkan publik juga menarik perhatian kalangan akademisi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Handry Imansyah mengatakan, bahwa momen ini tentu akan berdampak bagi kedua kota.

“Khususnya dari sisi Kota Banjarbaru, tentu akan berdampak cukup signifikan,” ucapnya pada awak media melalui pesan singkat, Minggu (20/02/2022).

Ia lantas merincikan beberapa dampak yang akan terjadi di Kota Banjarbaru. Pertama, pembangunan berbagai infrastruktur di Kota Idaman itu akan semakin cepat.

“Sebagai Ibukota Provinsi yang tentunya mensyaratkan tersedianya infrastruktur tertentu harus ada,” ucapnya.

Kedua, perkembangan aktivitas ekonomi akan semakin meningkat guna mendukung berbagai kegiatan pemerintahan di Kota Banjarbaru sebagai ibukota.

“Ketiga, harga tanah akan semakin meningkat lebih cepat dari semula,” ungkapnya.

Namun, dalam perkembangan aktivitas ekonomi tersebut ia mengimbau agar jangan disikapi secara berlebihan oleh masyarakat.

Pasalnya. Hal tersebut tentu akan menimbulkan gelembung ekonomi terutama di sektor pertanahan.

Baca Juga :

PADA RUU Provinsi Kalsel, Banjarbaru Ditetapkan Sebagai Ibukota

“Yang jelas, di awal pengumuman Undang-Undang (UU) biasanya akan terjadi gejolak harga tanah,” tukasnya.

Bukan tanpa alasan, Handry menilai, spekulan tanah akan membeli tanah-tanah yang bakal menjadi lokasi bisnis dan area komersial, sehingga harganya akan meningkat drastis.

Namun, akhirnya, keseimbangan baru akan terbentuk dan harga baru belum tentu sesuai ekspektasi para spekulan.

Baca Juga :   BUKA LELANG Jabatan Dua Kadis di Pemko Banjarmasin

“Jadi di satu sisi, bila harga melambung maka Kabupaten Banjar akan mendapatkan limpahan dari manfaat diresmikannya Kota Banjarbaru menjadi ibukota,” jelasnya

Apalagi menurutnya, luas Kota Banjarbaru tidaklah terlalu luas, sehingga Kabupaten Banjar dan bahkan Kabupaten Tanah Laut yang berbatasan dengan Kota Banjarbaru juga akan mendapat limpahan manfaat juga.

Di samping itu, bagi Kota Banjarmasin masih akan tetap berkembang meski tak menyandang lagi status Ibukota Provinsi.

Hal itu dikarenakan Kota Banjarmasin berdasarkan lokasinya memang sangat strategis, di mana memiliki pelabuhan yang menjadi pintu gerbang masuk Provinsi Kalsel. Sehingga tetap akan menjadi kota perdagangan dan distribusi bagi Provinsi Kalsel.

“Posisi ini tak akan bisa digantikan oleh Kota Banjarbaru. Banjarbaru hanya akan menjadi kota administrasi pemerintahan,” tandasnya.

Jadi, ditambahkan Handry, Kota Banjarmasin tetap akan menjadi pusat perdagangan dan bisnis di Kalsel. Kota Banjarbaru awalnya memang akan berkembang pesat untuk mendukung sebagai Ibukota Provinsi.

“Namun akan mencapai kejenuhan bila sudah tercapai berbagai fasilitas terbangun dan memenuhi syarat sebagai ibukota,” imbuhnya.

Selain itu, ia menilai ada terdapat banyak kota di dunia yang lokasinya terpisah antara kota sebagai pusat pemerintahan dan kota sebagai pusat bisnis dan perdagangan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
BAHAS Anggaran Kebun Raya Banua, Begini Penekanan DPRD Kalsel

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41

KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:31

DISIAPKAN Stimulus Tarif Transportasi Semester II 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:03

KEMENHAJ: 245 Kloter Gelombang I Sudah Diberangkatkan ke Tanah Air

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:36

PALU DIGUNCANG GEMPA Tektonik Magnitudo 6,7

Berita Terbaru

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalsel, Kamis (18/6/2026) (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:18


Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. (Foto: Antara/IC Senjaya)

Bisnis

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca