AWAL Musim Kemarau Terjadi Pertengahan Juni

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo.  (Foto: ANTARA/Devita Maulina)

Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo. (Foto: ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan awal musim kemarau 2025 di wilayah setempat akan terjadi pada pertengahan Juni.

“Musim kemarau 2025 untuk daerah Kotim, kami prakirakan mulai pada dasarian II Juni, dari wilayah selatan, tengah lalu utara. Jadi tiga wilayah ini berbeda awal musim kemaraunya,” kata Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo di Sampit, Jumat (25/4/2025).

Ia menyampaikan musim kemarau di Kotim terjadi secara bertahap, dimulai pada dasarian II Juni 2025. Dasarian adalah satuan waktu yang terdiri dari sepuluh hari. Satuan waktu ini sering digunakan dalam bidang meteorologi dan klimatologi.

Wilayah selatan Kotim menjadi yang pertama dilanda musim kemarau pada dasarian II Juni, lalu meluas ke wilayah tengah pada dasarian III Juni dan berikutnya wilayah utara pada dasarian I Juli.

Kemudian, untuk puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus 2025, setelah itu secara bertahap akan terjadi transisi menuju musim hujan. Ia juga menyebut bahwa musim kemarau tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Patokan kami adalah tahun sebelumnya dan musim kemarau tahun ini lebih pendek dibandingkan 2024 lalu. Walaupun pendek potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tetap ada,” lanjutnya.

Mulyono melanjutkan, musim kemarau tahun ini diprediksi normal atau kondisi netral. Namun, hal itu juga menandakan tingkat kekeringan tahun ini sedikit lebih tinggi dibanding musim kemarau sebelumnya.

Baca Juga :   PERKUAT Penanganan Terpadu Tanggulangi Karhutla

Musim kemarau 2024 lalu turut dipengaruhi fenomena La Nina yang ditandai dengan mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah, sehingga cenderung lebih basah.

Sementara musim kemarau 2025 dalam kondisi normal tanpa ada fenomena yang mempengaruhi, baik itu La Nina maupun El Nino. Kendati demikian, informasi ini hanya sebatas prakiraan yang mungkin berubah tergantung kondisi alam.

“Adapun untuk saat ini untuk wilayah Kotim masih diliputi musim hujan, nanti pada Mei baru memasuki musim pancaroba atau masa peralihan atau transisi antara musim hujan ke musim kemarau,” ujar Mulyono, dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam menyampaikan walau musim kemarau tahun ini diprediksi lebih singkat namun pihaknya tetap melakukan persiapan secara 3P (Peralatan, Personel dan Pembiayaan).

“Kami tetap melakukan antisipasi, apalagi berdasarkan informasi dari BMKG bahwa musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering yang artinya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan lebih tinggi,” ucapnya.(*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya
TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut
KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging
MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim
OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca