AWAL BERUJUNG TRAGIS Gitaris Band Kalsel, Enam Pelaku Kondisi Mabuk Hingga Pengakuan Keluarga

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 01:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi jasad  yang ditemukan mengapung di sungai.

Evakuasi jasad  yang ditemukan mengapung di sungai.

SuaaIndonesia – Awal dari tragis dialami MR (34),  Gitaris Band Kalsel, warga Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru yang diduga tuduh orang gasak handphone.

Enam tersangka diringkus jajaran Polres Banjar, Kalsel hingga adanya pengakuan pihak keluarga, Sabtu (26/7/2025).

Enam orang tersangka yang ditangkap pada Kamis (24/7/2025) dinihari berinsial  AH (19), GM (33),  KH (50), IB (48), MR (38) dan MF (36).

Mereka warga Desa Mekar, Martapura Timur, hanya serta GM, warga Jalan Dr Wahidin Sudiro, Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Ulu.

Mengenai motifnya, Kapolres mengatakan bahwa ke enam tersangka sempat dituduh korban mengambil ponsel serta kunci motornya.

Diduga, para pelaku tersinggung dengan ucapan korban dan memicu emosi para pelaku.”Terjadilah pengeroyokan yang diduga mengakibatkan korban terjatuh ke sungai dan meninggal dunia.

“Semua tersnagka menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolres lagi.

Dimana penemuan pada mula ada mayat mengapung di perairan Sungai Martapura, Kabupaten Banjar pada Senin (21/7/2025).Setelah diidentifikasi, mayat tersebut adalah gitaris band Radictra, berinisial MR. Pada mulanya, korban dianggap tewas tenggelam Belakangan diketahuiMR adalah korban pembunuhan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebelum meninggal korban terlibat perkelahian dengan sejumlah pria,” tambah Kapolres.

Saat pengeroyokan itu, para pelaku diketahui sedang di bawah pengaruh minuman keras.

Sementara Normiati, ibus korban mengataka, kjalau sang anak terakhir kali pamit untuk pergi memancing di bawah Jembatan Kampung Melayu, Martapura, Kabupaten Banjar pada Minggu (20/7/2025).

Baca Juga :   KETUA UMUM DPP Partai Golkar Minta Hasnuryadi Ketua DPD Kalsel, BHP Legowo

Namun hingga malam hari, tak kunjung pulang ke rumah. Normiati berusaha mencari keberadaan anaknya melalui teman-teman sang anak.”Teman satu bandnya menelpon nanya keberadaannya, saya bilang belum pulang,” ujarnya.

Normiati berusaha menghubungi ponsel milik Redho, tapi tak tersambung.”Tapi dia ada punya ponsel jadul, jadi dicoba hubungi itu nyambung,” ucapNormiati.

Namun, ketika telepon tersambung, ia tak mendengar suara anaknya. Yang ia dengar ialah suara Kepala Desa setempat yang mengamankan barang milik anaknya setelah penemuan mayat mengapung.

Tak ada barang berharga milik Redho yang hilang. Ponsel, kunci motor, dompet, uang, hingga joran pancing semuanya masih ada di lokasi kejadian.Saat diperiksa awal, Normiati menyebut anaknya tidak ada mengalami tanda-tanda kekerasan. Ia menerima kondisi itu dengan ikhlas dan memakamkan jasad MR.

“Tidak ada tanda kekerasan, jadi hidung berdarah itu karena paru-paru kemasukan air. Lalu keluar darah,” ungkap Normiati.

Berselang beberapa hari, keluarga memiliki kecurigaan atas meninggalnya Redho. Laporan pun dimasukkan di Polsek Martapura Timur pada Rabu (23/7/2025).

Jenazah diperiksa ulang melalui proses ekshumasi (pembongkaran makam). Didapati hasil bahwa Redho merupakan korban penganiayaan oleh sekelompok orang.”Kami berharap pelaku dihukum berat,” ucap sang ibu. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca