ARAB Saudi Ancam Eropa Jika Berani Rampas Aset Rusia Rp 4.800 T

- Penulis

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[Foto: Reuters]

[Foto: Reuters]

SuarIndonesia — Kerajaan Arab Saudi memberikan ancaman kepada Eropa jika negara-negara G7 menyita hampir US$ 300 miliar atau setara Rp 4.863 triliun (kurs Rp 16.211) aset Rusia yang dibekukan. Ancaman yang diberikan yakni akan menjual sejumlah surat utang (obligasi) Eropa.

Untuk diketahui negara G7 itu terdiri dari, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dikutip detikFinance dari Bloomberg, Kamis (11/7/2024), Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi pada awal 2024, telah mengatakan kepada beberapa rekan G-7 mengenai penolakan terhadap rencana penyitaan aset Bank Sentral Rusia yang dibekukan itu.

Meskipun, alasan pembekuan itu dimaksudkan untuk mendukung Ukraina. Namun alih-alih mendukung Ukraina, ada informasi bahwa hal tersebut menjadi ancaman terselubung.

Diketahui Arab Saudi menginvestasikan puluhan miliar euro pada obligasi Prancis. Para pejabat Prancis pun mulai khawatir bahwa negara-negara lain akan mengikuti contoh yang dilakukan Saudi.

Baca Juga :   PERKUAT PARIWISATA Pemprov Kalteng Perbanyak Gelar Seni dan Budaya

Terkait negara G7 yang berencana membantu Ukraina memang telah dibicarakan pada pertemuan puncak di Italia pada bulan Juni 2024 setelah berdiskusi selama berbulan-bulan.

Para pemimpin G7 menyepakati struktur keuangan yang akan memberi Ukraina bantuan sekitar US$ 50 miliar dengan mengorbankan aset-aset Rusia yang dibekukan.

Tujuh negara anggota dan Uni Eropa saat itu juga telah sepakat untuk memberikan pinjaman yang akan dibayar kembali dengan hasil sekitar US$ 280 miliar dana Rusia yang dibekukan, yang sebagian besar berlokasi di Eropa. Amerika Serikat dan Inggris mendukung penyitaan total. Namun Jepang dan Jerman menentang hal ini. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUPIAH DIBAYANGI Ketidakpastian Geopolitik dan Tekanan Domestik
SEMARAK TVRI Selenggarakan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Melibatkan UKM
PEMPROV KALSEL Memetakan Aset Wisata, Terutama di Bawah Jembatan Barito
PESONA TAMBUN BUNGAI 2026 Kembangkan Ekonomi Produk Lokal
BANK KALSEL Akan Launching Bank Devisa 17 Juni 2026, Targetkan Dorong Ekonomi Banua Tumbuh 8,1
BANK KALSEL Gandeng Setwan Kalsel dan Press Room Sembelih 2 Ekor Sapi Kurban
DORONG Kemandirian Ekonomi UMKM, UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Gerobak Usaha
SEPAKAT Bentuk Pansus, DPRD Kalsel : Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:07

PRESIDEN PRABOWO Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00

JEMAAH HAJI Diingatkan soal Larangan Bawa Air Zamzam dalam Koper

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:54

SATGAS HAJI Tangani 59 Kasus Terkait Pelaksanaan Haji 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:49

DIPERLEBAR Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo Banjarbaru

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:47

OKNUM POLISI 2 Kali Positif Narkoba, Menghilang saat Mau Sidang

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:37

POLRESTA BANJARMASIN Ungkap 40 Kasus Narkotika dengan 53 Tersangka

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:10

14 SPESIES MANGROVE Ditemukan di Kawasan PBPH Kotabaru

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:55

PILKADA DIUSUL Digelar Asimetris Mengacu Karakteristik Daerah

Berita Terbaru

Mensesneg Prasetyo Hadi (tengah), Seskab Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Kepala Bakom Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (Foto: Antara/Genta T Mawangi)

Headline

PRESIDEN PRABOWO Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:07

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca