SuarIndonesia – Pada tahun 2023 target angka stunting di Provinsi Kalsel sebesar 18,1 persen. Tahun ini targetnya lebih tinggi. Angka stunting di Kalsel ditarget tak lebih dari 14 persen dari total populasi anak.
Berdasarkan data SSGI/SKI tahun 2022 stunting di Kalsel masih berada di anagka 24,6 persen. “PR” yang harus diselesaikan menurunkan 10 persen angka stunting.
Jika dibandingkan tahun 2021 terjadi penurunan 5,4 persen di mana angkanya mencapai 30 persen. Sementara angka stunting tahun 2023 belum dirilis Kementerian Kesehatan (kemenkes).
“Kemungkinan melebihi target, tahun 2023 saja ditargetkan 18,1 persen dan tahun 2024 ini 14 persen,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor, Kamis (14/3/2024) sore.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kalsel, Musyridyansyah, mengaku akan mengundang Bappeda, Dinkes, dan DPPPAKB se Kalsel untuk menyamakan langkah penanganan stunting.
“Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di 13 Kabupaten Kota, dalam rapat Rembuk Stunting nanti akan digelar pada 25 Maret,” ujarnya, usai rapat persiapan Rembuk Stunting.
Ia menyebut angka stunting di Barito Kuala, Kotabaru dan Hulu Sungai Utara, berdasarkan SSGI masih jauh dengan target provinsi.
“Penyebabnya memang mereka masih bingung mungkin dikatakan karena saat pengukuran tahun berikutnya berbeda dengan surfey dan itu akan berpengaruh,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















