SuarIndonesia — Muhammad Andi (36) seorang Barberman (pencukur rambut) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan mencukur 377 kepala non stop dalam waktu nyaris 12 jam, yakni 11 jam 40 menit. Kegigihan dan kelihaiannya menginspirasi dirinya untuk memperluas akses lapangan kerja bagi pemuda, terutama yang putus sekolah.
Andi menjadi orang pertama yang meraih rekor MURI dalam bidang ketahanan mencukur rambut non stop sebagai ‘Pangkas Rambut kepada Peserta Terbanyak oleh Satu Kapster’. Penghargaan itu ia peroleh usai mencukur rambut ratusan kepala dari pukul 7.30 hingga 19.30 WIB pada (11/1/2026) di Bundaran Besar Palangka Raya.
Usai meraih penghargaan tersebut, Andi kemudian berencana untuk membuka pelatihan pangkas rambut bagi pemuda di Kalteng. Andi kini sedang berkomunikasi dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Palangka Raya untuk membuka pelatihan kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Saat ini masih komunikasi dengan Disnaker Kota. Masih proses,” ujar Andi, Sabtu (7/2/2026) melansir detikKalimantan .
Melalui pelatihan pangkas rambut atau mencukur, Andi berharap agar para pemuda di Kalteng utamanya yang putus sekolah dapat memperoleh keahlian di bidang pangkas rambut. Keahlian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi modal baik untuk melamar kerja maupun buka usaha.
“Saya ingin agar lapangan kerja bagi pemuda di Palangka Raya maupun Kalteng terbuka lebih lebar melalui pelatihan mencukur,” tegasnya.
Andi menceritakan inspirasi tersebut juga berasal dari pengalaman hidupnya semasa remaja yang pernah putus sekolah karena keadaan ekonomi. Andi sendiri mengaku belum pernah merasakan duduk di bangku sekolah tingkat SMA.
“Saya sendiri belum pernah merasakan sekolah SMA,” ucapnya.
Pemenang Juara Satu Barber Battle International
Prestasi Andi selama ini telah memukau hingga kancah internasional. Ia memperoleh juara satu dalam lomba Barber Battle International di Bali pada Juli 2025 lalu.
“Saya berhasil memenangkan juara satu, mengalahkan berbagai negara Asia lainnya,” jelasnya.
Melalui identitasnya sebagai warga Kalimantan, ia menghadirkan cukuran rambut dengan ukiran burung enggang. Burung enggang sendiri merupakan simbol kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
Andi menceritakan kala itu para juri terpukau oleh ukiran yang ia buat. Ukiran burung enggang dalam potongan rambutnya menjadi bentuk pelestarian budaya.
“Saat itu jurinya kebanyakan dari luar negeri, mereka terpukau karena model potongan rambut saya unik dan ada nilai budayanya,” ungkapnya.
Lihai Mencukur saat Jadi Anak Punk
Usai putus sekolah saat SMP, Andi memutuskan untuk bergabung dengan komunitas punk di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Andi sendiri merupakan pria kelahiran 1990 asal Banjarmasin yang semasa kecil pernah ikut neneknya di Kota Palangka Raya. Ibu Kota dari Provinsi Kalimantan Tengah ini bukan hal asing lagi baginya.
Saat menjadi anggota punk, Andi sering mencukur rambut teman-temannya. Siapa sangka, kebiasaan mencukur itu kini menjadi keahlian profesionalnya saat ini sebagai Barberman (pencukur rambut).
“Dulu saya yang sering styling rambut teman-teman. Kayak model mohawk gitu, terus dari situ jadi terbiasa mencukur,” ungkapnya.
Tak hanya keahlian mencukur, nilai ideologi dan rasa solidaritas yang ia peroleh semasa menjadi anggota punk menjadi motivasi dirinya untuk menolong sesama manusia. Salah satunya, melalui rencana pelatihan mencukur yang akan ia buka. Andi sendiri sebelumnya juga sudah sering membuka pelatihan-pelatihan mencukur bagi anak-anak muda.
“Sebelumnya juga sudah sering buka pelatihan bagi anak muda, sudah ada trainer-trainernya yang mendampingi. Pernah diminta seminggu kasih pelatihan mencukur oleh Pemkab Seruyan,” ujarnya.
Andi pemilik usaha Barberbee sejak 2015 itu kini sudah punya 7 cabang Barbershop. 6 cabang di Kota Palangka Raya dan 1 cabang lagi di Kota Batu Licin, Kalsel.
Bagi Andi usaha mencukur rambut bukan hanya soal keahlian. Dari dunia itu ia merasakan banyak keseruan dalam hidup.
“Bagiku dunia barber ini sudah mendarah daging. Aku bisa ketemu banyak orang, punya wawasan baru. Aku sampai kapan pun akan menjadi seorang tukang cukur,” pungkas Andi. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















