AKSI MASSA DI KALSEL Tolak Pilkada Lewat DPRD, “Jangan Tarik Mundur Demokrasi !”

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –Aksi massa, tolak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak langsung atau melalui DPRD, Kamis (15/1/2026). Massa dari Aliansi BEM se-Kalsel penuhi  depan DPRD Kalsel.

Massa dari  Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Kalimantan Selatan.

Massa menolak keras wacana pengembalian mekanisme Pilkada melalui DPRD. Aksi bertajuk “Seruan Perlawanan Penolakan Pilkada Melalui DPRD” ini mengusung tema sentral “Sebuah Trailer Menuju Neo-Orba”.

Massa menilai, penghapusan Pilkada langsung merupakan ancaman serius yang dapat mengembalikan Indonesia ke era otoriter.

​”Wacana Pilkada melalui DPRD adalah bentuk pembajakan kedaulatan rakyat. Demokrasi tidak boleh ditarik mundur ke masa lalu,” tegas salah satu orator di atas mobil komando.

​Situasi di lapangan sempat memanas ketika massa mencoba merangsek masuk ke dalam gedung untuk menemui anggota dewan.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga ketat di depan pintu gerbang tidak terhindarkan, yang saat itu semopat ditemui HM Rosehan .

​Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan kantor DPRD Kalsel, menuntut pernyataan sikap resmi dari perwakilan rakyat untuk menolak wacana tersebut demi menjaga hak konstitusional warga negara dalam memilih pemimpin secara langsung.

Orasi disampaikan secara bergantian. Ada pula bendera berisikan singgungan terhadap KUHAP baru yang disahkan.

Saat aksi, pimpinan dan anggota DPRD Kalsel sedang melaksanakan reses sebagaimana terjadwal, 14 – 21 Januari 2026.Sehingga ketika aksi berlangsung tak seorangpun wakil rakyat tingkat provinsi itu berada di gedung dewan.

Baca Juga :   PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti

Dalam aksi, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah dan DPR RI. Massa juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai bentuk perlawanan kolektif terhadap kemunduran demokrasi dan mengawal masa depan politik Indonesia agar tetap berpihak kepada rakyat.

Tuntutan yakni Pemerintah dan DPR RI menghentikan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Menuntut penegasan komitmen konstitusional negara terhadap demokrasi elektoral langsung.
Menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap para pejuang demokrasi yang ditahan sebagai tahanan politik.

Menuntut pelaksanaan audit lingkungan yang independen, transparan, dan berbasis data ilmiah, serta penindakan hukum tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Menagih janji pemerintah atas nota kesepahaman pembatalan penetapan Taman Nasional Meratus yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat adat tanpa kajian sosial-lingkungan memadai.

Menuntut Presiden dan DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang yang berpihak kepada rakyat. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MEMBANGGAKAN Sari Patin Kayu Tangi Juara Terbaik 1 Patuh Pajak Selama 4 Tahun Berturut-turut
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus
AHLI ULM Beberkan Dampak Teknis Pemadaman Listrik Kalselteng di  PTUN Banjarmasin
SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi
LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob
AKSI SERIBU LILIN LPI di 10 Provinsi Minta Polri Usut Kasus Penyadapan
18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital
SATU KRU HELI Mi-17 Masih dalam Pencarian

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21

KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus

Kamis, 5 November 2026 - 21:46

SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi

Kamis, 5 November 2026 - 21:33

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 November 2026 - 20:20

18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T

Kamis, 5 November 2026 - 19:40

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 November 2026 - 19:35

TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 5 November 2026 - 15:52

UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Helikopter Mi 17 di Kalteng

Berita Terbaru

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Dr Suhermanto menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus penyadapan Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (5/11/2026) malam. (CNN Indonesia TV)

Headline

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:33