64 Penderita HIV/AIDS di Banjarmasin, Ternyata 21 Masih Anak-Anak

- Penulis

Senin, 26 Agustus 2019 - 21:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Penderita virus HIV dan AIDS di Kota Banjarmasin kini jumlahnya mencapai 65 orang.

Namun dari jumlah jumlah tersebut 21 di antaranya penderita HIV yang diidap oleh anak-anak.

“Kondisi inilah yang sangat memprihatinkan dan hal ini sungguh membuat kami sangat khawatir dan risau,’’ Ungkap Kadis Kesehatan Kota Banjarmasin, Dr H Machli Riyadi kepada awak media, di Banjarmasin, Senin (26/08/2019).

Machli menjelaskan, anak-anak pengidap penyakit menular yang belum ditemukan penawarnya itu, merupakan turunan yang dilahirkan dari seorang ibu pengidap HIV/AIDS.

“Jumlah kasus anak HIV itu mereka yang didiagnosis tertular sejak lahir data dari 2012 hingga sekarang,” katanya di Banjarmasin.

Machli menjelaskan lagi, bila sang ibu sudah mengidap HIV/AIDS, maka kemungkinan besar bayinya ikut tertular penyakit serupa. Sebagian anak pengidap HIV/AIDS diketahui sejak lahir, saat proses pengecekan darah.

Mengacu pada fakta yang ada, diperlukan pemeriksaan sejak dini untuk mengetahui apakah ibu hamil mengidap HIV/AIDS.
Demikian agar anak atau calon bayi tidak terpapar HIV/AIDS dan ditangani. Makanya ibu hamil wajib periksa tiga macam penyakit. Hepatitis, Sifilis, dan HIV.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Namun bukan perkara mudah untuk membujuk agar ibu hamil mau melakukan pemeriksaan tersebut. Ada ibu hamil yang bersedia untuk diperiksa terkait ketiga penyakit tersebut. Tapi ada pula ibu hamil yang menolak diperiksa karena merasa tidak terinfeksi virus.

“Sinergitas dengan instasi, elemen masyarakat dan ulama sangat diperlukan agar ibunya bersedia diperiksa,” ujarnya.

Dengan diketahui sejak dini, penanganan dan pengobatan bisa dilakukan secepatnya.

Mengambil data Dinkes lagi, rupanya virus yang sampai saat ini tidak ada obatnya tersebut terus menghantui warga Banjarmasin.

Sampai Juni 2019, tercatat ada 65 orang termasuk 1 anak-anak yang mengidap HIV/AIDS.

“Kasus HIV/AIDS adalah fenomena gunung es, ayo kita perangi dan selamatkan generasi muda,” tegasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
SEJUMLAH Keluarga Korban KM Virgo Mendengarkan Ceramah dari H Mulkani Al-Banjari
UPDATE Tiga Jenazah Lagi Dievakuasi dari KM Virgo Menuju Banjarmasin dan Ratusan Barang Ditemukan
SELURUH Peralatan Sudah Siap Angkat Bangkai Kapal Virgo Transport 8

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:42

PERAIRAN KALTENG: Waspada! Angin Kencang-Gelombang Tinggi

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca