20 RIBU Tukik Dilepasliarkan di Pantai Tanjung Api

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pelepasliaran tukik di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. (SI/Antara/DOK Arief Nugroho)

Kegiatan pelepasliaran tukik di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. (SI/Antara/DOK Arief Nugroho)

SuarIndonesia — Kelompok Masyarakat Pengawas Kambau Borneo bersama Kelompok Sadar Wisata Tanjung Api dan Yayasan Sealife Indonesia berhasil melakukan pelepasliaran 20.000 ekor tukik selama empat pekan berturut-turut di Pantai Tanjung Api, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

“Masyarakat Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas menguatkan upaya pelestarian penyu di pesisir utara Kalimantan Barat menunjukkan hasil menggembirakan,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Kambau Borneo, Jefriden atau akrab disapa Long Ejep, di Sambas, Selasa (28/10/2025).

Dia menjelaskan, pelepasliaran massal ini menjadi bagian dari kegiatan bertajuk Bulan Pelepasan Tukik Terbanyak yang berlangsung mulai pertengahan Oktober hingga pertengahan November 2025. Kegiatan ini sekaligus mencatatkan capaian konservasi terbesar dalam sejarah pelestarian penyu di Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan dengan masa penetasan alami tukik. Sebanyak 20.000 tukik akan kami lepasliarkan secara bertahap selama empat pekan. Setiap pekan, kami melepas sekitar 5.000 ekor, baik pagi maupun sore hari,” tutur Long Ejep dilansir dari AntaraNews.

Menurut Ejep, tukik-tukik tersebut merupakan hasil penetasan semi alami dari sekitar 34.000 butir telur penyu yang direlokasi dari sarang-sarang rawan perburuan selama musim peneluran Juli hingga September 2025.

“Relokasi kami lakukan untuk melindungi telur dari pemburu dan predator, sekaligus memudahkan pendataan serta edukasi wisata konservasi di Tanjung Api,” kata dia.

Upaya konservasi yang dilakukan masyarakat Paloh selama lebih dari 12 tahun ini mulai menunjukkan hasil signifikan.

Musim puncak peneluran penyu tahun 2025 mencatat 1.157 ekor penyu mendarat di kawasan Pantai Tanjung Api hingga Tanjung Kemuning sepanjang empat kilometer, dengan 670 ekor di antaranya bertelur.

Dalam periode tiga bulan, lebih dari 67.000 telur penyu diinkubasi di wilayah tersebut. Sebagian besar penyu yang bertelur pada Agustus dan September diperkirakan menetas sepanjang Oktober hingga November, menjadikan periode ini sebagai bulan dengan jumlah tukik terbanyak sepanjang sejarah konservasi di Paloh.

Ketua Pokdarwis Tanjung Api, Muraizi, menuturkan bahwa kegiatan konservasi penyu kini juga dikembangkan sebagai wisata edukasi yang dapat dinikmati masyarakat tanpa tiket masuk, melainkan dengan sistem donasi sukarela.

“Kami ubah kawasan konservasi menjadi tempat edukasi supaya masyarakat bisa terlibat langsung dalam pelestarian. Tidak ada retribusi, tapi donasi sukarela untuk biaya operasional seperti pakan penyu, perawatan fasilitas, dan penjaga pantai,” katanya.

Baca Juga :   BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Menurut Muraizi, langkah ini dilakukan karena sejak kewenangan pengelolaan konservasi tidak lagi berada di tingkat kabupaten, dukungan dana dari pemerintah menjadi sangat terbatas.

“Kadang ada bantuan, kadang tidak. Jadi kami harus berinovasi agar kegiatan konservasi tetap berjalan,” kata dia.

Ia menegaskan, keberhasilan konservasi tak hanya bergantung pada kesadaran lingkungan, tetapi juga kesejahteraan para pengelolanya.

“Pelestarian bukan hanya soal penyu, tapi juga tentang orang yang menjaga. Kalau mereka lelah dan berhenti, siapa lagi yang akan peduli?” tuturnya.

Sementara Direktur Yayasan Sealife Indonesia Dwi Suprapti mengapresiasi konsistensi dan kemandirian Pokmaswas Kambau Borneo yang telah menjaga keberlanjutan konservasi penyu di Paloh selama lebih dari 12 tahun tanpa adanya dukungan pendanaan tetap.

“Upaya mereka luar biasa. Dalam dua bulan mampu menetaskan dan melepasliarkan lebih dari 20.000 tukik. Jumlah ini bahkan melampaui rekor MURI 2022 di Bali yang mencatat 15.000 tukik,” katanya.

Dwi menjelaskan bahwa metode pelepasliaran bertahap yang dilakukan oleh Kambau Borneo merupakan pendekatan terbaik untuk menjaga kelangsungan hidup tukik di laut.

“Tukik sebaiknya dilepas segera setelah menetas agar cadangan makanan alami di tubuhnya tidak habis. Pelepasan bertahap juga mengurangi risiko dimangsa predator dan kematian massal,” terangnya.

Ia menilai, keberhasilan konservasi di Paloh tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak — mulai dari pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi, serta dukungan lembaga konservasi, akademisi, dan CSR perusahaan.

“Kolaborasi ini harus terus dipelihara demi kelestarian penyu dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui wisata edukasi yang ramah lingkungan,” kata Dwi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca