12 PEMERAN Kasus Film Porno Penuhi Panggilan Polisi, 4 Absen

- Penulis

Selasa, 19 September 2023 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selebgram Virly Virginia hadir memenuhi panggilan pemeriksaan terkait pembuatan film porno oleh sebuah rumah produksi di Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2023). (Foto: Istimewa)

Selebgram Virly Virginia hadir memenuhi panggilan pemeriksaan terkait pembuatan film porno oleh sebuah rumah produksi di Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2023). (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Sebanyak 12 dari 16 pemeran film porno buatan rumah produksi di Jakarta Selatan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi, Selasa (19/9/2023).

Dari 12 orang yang diperiksa itu, 8 adalah perempuan dan 4 laki-laki. Masih ada 3 pemeran perempuan dan 1 laki-laki yang belum diperiksa.

“Dari 11 pemeran wanita, delapan hadir memenuhi panggilan penyidik, saat ini masih diperiksa. Kedua terkait lima talent pria, terkonfirmasi dari 5 yang hadir adalah 4 orang, satu belum hadir,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan.

Dalam pemeriksaan ini penyidik menggali keterangan terkait sejauh mana keterlibatan mereka dalam kasus pembuatan film porno.

“Pemanggilan terhadap talent yang dilibatkan, kapasitas sebagai saksi fakta, seputar fakta peristiwa yang terjadi dugaan tindak pidana yang berhasil diungkap Subdit Siber,” ujarnya.

Dikutip CNNIndonesia, usai pemeriksaan para pemeran ini, kata Ade, penyidik selanjutnya akan meminta keterangan dari ahli. Kemudian, tahap berikutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Kemudian kita akan melakukan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum apakah para saksi yang kita lakukan pemeriksaan ini bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka atas pertimbangan dua alat bukti yang sudah dimiliki oleh penyidik,” tutur dia.

Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, membongkar rumah produksi yang membuat film porno di wilayah Jakarta Selatan.

Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah I yang berperan sebagai sutradara, admin, pemilik dan yang menguasai website serta produser dari film-film yang diunggah di tiga situs tersebut.

Kini, polisi juga melayangkan surat panggilan terhadap 11 perempuan dan lima pria yang menjadi pemeran dalam film porno buatan rumah produksi di Jakarta Selatan.

Para pemeran dalam film porno tersebut sebagian besar berasal dari artis hingga selebgram yang salah satunya dikenal dengan nama alias Siskaeee.

Acong Latif, penasihat hukum selebgram sekaligus pemain FTV berinisial CN, yang diduga menjadi pemeran wanita di rumah produksi film porno di Jaksel. inset: CN. (Foto: Istimewa)

Artis FTV CN Ngaku Jadi Korban
Artis FTV berinisial CN mengaku menjadi korban usai ikut berperan dalam film porno buatan rumah produksi di Jakarta Selatan.

CN hari ini hadir memenuhi panggilan penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi. Dalam pemeriksaan ini, CN turut didampingi kuasa hukumnya, Acong Latif.

“Klien kami ini sebenarnya korban. Korban dari produksi film itu. Korban dari para pembuat film ataupun yang memproduksi itu,” kata Acong di Polda Metro Jaya.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL yang Baru, Rosyanto Yudha Hermawan Berpengalaman Bidang Reserse

Menurut Acong, kliennya itu diajak oleh seseorang untuk berperan dalam sebuah judul film. Acong mengklaim, kliennya sempat menolak tawaran itu.

“Jadi dia ini diajak oleh seseorang untuk jadi pemeran salah satu film yang diproduksi mereka, walaupun sebenarnya sempat menolak pertama,” ucap Acong.

“CN ini ada dua film, judulnya nanti setelah diperiksa biar disampaikan sama dia,” katanya menambahkan.

Acong mengungkapkan CN diajak untuk berperan dalam film tersebut di tahun 2023. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci soal kronologi kliennya bisa terlibat dalam pembuatan film tersebut.

“Siapa yang ngajak, nanti CN yang jelaskan kepada kalian,” ujarnya.

Fatra Ardianata salah satu pemain film porno garapan rumah produksi Kelas Bintang ikut diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (19/9/2023). (Foto: Suara.com)

Fatra Ardianata turut diperiksa
Fatra Ardianata yang merupakan salah satu pemain film Keramat Tunggak yang diproduksi Kelas Bintang yang juga dibintangi Virly Virginia. Ia membenarkan bakal ikut diperiksa hari ini. “Iya, saya juga (diperiksa),” kata Fatra Ardianata.

Sama seperti Virly Virginia, Fatra Ardianata pun belum mau berbicara banyak soal pemanggilan hari ini. Ia ingin bertemu penyidik dulu sebelum berbicara kepada awak media.

Selebgram Siskaeee. (Twitter Siskaeee)

Siskaeee Janji Kooperatif
Siskaeee mengatakan bakal memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pembuatan film porno dari rumah produksi di Jakarta Selatan.

Dalam unggahan di media sosial, ia mengatakan tak bisa hadir pemeriksaan pertama dikarenakan tak berada di Indonesia, melainkan sudah di Kamboja untuk pekerjaan lain pada 20 dan 21 September.

“Katanya aku buron, katanya aku DPO, katanya aku kabur. Nah, aku bakal jelasin,” kata Siskaee di Instagram Storiesnya pada Senin (18/9) malam.

“Jadi, aku pasti akan datang di Polda Metro Jaya karena sebelumnya aku tidak bisa memenuhi panggilan pertama untuk datang dan memberikan saksi dikarenakan aku sekarang berada di Kamboja karena ada performance,” tutur Siskaee.

“Nah, aku pastikan aku akan datang di Polda Metro Jaya tanggal 25 September, hari Senin jam 10.00 pagi untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik dengan jelas, lengkap, dan transparan. Kooperatif pokoknya,” Siskaeee menegaskan.

“Kebenaran harus ditegakkan, yang salah ya harus dihukum, yang enggak salah ya dibebaskan. Jadi, sampai ketemu di Polda Metro Jaya 25 September jam 10 pagi,” tuturnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!
TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM
14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi
JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi
SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 23:56

TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!

Senin, 13 April 2026 - 23:06

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM

Senin, 13 April 2026 - 15:55

JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi

Senin, 13 April 2026 - 12:52

SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Berita Terbaru

H Muhidin, Gubernur Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:16


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

Foto ilustrasi Selat Hormuz. (Anadolu)

Internasional

CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz

Senin, 13 Apr 2026 - 23:17

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca