Suar Indonesia — Singapura melakukan penggerebekan di berbagai lokasi terkait kasus penipuan dan pencucian uang pekan lalu. Petugas juga menyita aset, barang, hingga uang US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun terkait kasus tersebut.
Pihak berwenang Singapura lalu mendakwa 10 orang dengan pasal pelanggaran pidana terkait kasus tersebut.
Menurut laporan The Straits Times yang dikutip CNNIndonesia, Jumat (18/8/2023) kesepuluh tersangka merupakan warga negara asing, siapa saja?

1. Su Hajin, merupakan warga negara Siprus. Ia pindah ke GCB dekat Holland Road pada 2021. Menurut salah satu sumber, di tahun itu sewa tempat ini mencapai SG$80.000 atau sekitar Rp902 juta per bulan. Sumber juga menerangkan Su Hajin menyewa unit di kondominium Silversea di Marine Parade sekitar 2017.
Dua tahun kemudian, Su dan keluarganya pindah ke Gramercy Park di Grange Road. Ia juga disebut terkait dengan pembelian setidaknya tiga unit properti. Polisi menangkap Su di sebuah bungalo, Ewart Park. Saat penangkapan berlangsung, ia dilaporkan mencoba melarikan diri.
2. Su Baolin, merupakan saudara Su Hajin. Ia merupakan pemegang saham perusahaan konstruksi Sentosa Project.
Polisi menangkap Baolin bungalo mewah di Jalan Nassim. Ia lantas didakwa menggunakan dokumen palsu untuk menipu Citibank.
Baolin juga merupakan direktur dan pemegang saham perusahaan peralatan listrik yang memproduksi AC, Sg-Gree. Ia menjabat posisi direktur sejak 1 Juni 2021, bersamaan saat Su Hajin ditunjuk sebagai pemegang saham perusahaan. Polisi menyita uang kas lebih dari SH$777 ribu atau sekitar Rp8,7 miliar, 33 tas dan jam mewah, 75 berlian dan item lain dari kediamannya.
3. Zhang Ruijin, adalah warga negara China. Zhang merupakan direktur perusahaan layanan konsultasi manajemen Golden Eagle Family Office.
4. Lin Baoying, merupakan pasangan dari Zhang, Baoying adalah pemegang saham Ban Tian Yao Catering Management dan Eagle 77.
Zhang diyakini memegang paspor Saint Kitts dan Navis, sedangkan Lin disebut memiliki paspor Republik Dominika dan Turki. Saat penggerebekan, polisi menyita lebih dari SG$7,6 juta atau sekitar Rp85 miliar.
5. Su Jianfeng, berasal dari Vanuatu dan merupakan pemegang saham perusahaan distribusi, Ricco. Ia juga memiliki paspor asing yang diyakini dikeluarkan China. Saat penggerebekan, polisi menyita lebih dari SG$1,4 juta dan barang lain seperti 95 berlian, 69 tas dan jam mewah.
6. Chen Qingyuan, merupakan warga negara Kamboja. Ia disebut memiliki paspor asing yang dikeluarkan China dan Republik Dominika. Dia merupakan direktur di perusahaan yang menawarkan layanan dan cloud, HiCloud Technology.
7. Su Wenqiang, merupakan warga negara Kamboja. Ia juga memiliki paspor asing yang diyakini dikeluarkan China.Polisi menangkap Su di GCB di Jalan Lewis di Bukit Timah. Mereka juga menyita barang-barang termasuk uang tunai lebih dari SG$600 ribu dan 11 buah perhiasan.
8. Wang Baosen, berkebangsaan China dan memiliki paspor dari Vanuatu.
9. Wang Dehai, merupakan warga negara Siprus yang memiliki paspor dari Kamboja dan China.
10. Vang Shuming, merupakan direktur dan pemegang saha, Zhuo Chi Technology.
Dia adalah warga negara Turki yang juga memiliki paspor Vanuatu dan China. Polisi menangkap Van di area Tanglin, tepatnya di 7B Bishopsgate. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















