Polisi lacak 1.425 Napi Kabur di Palu dengan facial recognition.

Polisi lacak 1.425 Napi Kabur di Palu dengan facial recognition.

Suarindonesia – Sebanyak 1.425 napi melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan (lapas) di Palu dan Donggala saat gempa dan tsunami melanda.

Seperti dilansir dalam kumparan.con, Dari catatan Kemenkumham pada Senin (8/10), sebanyak 1.096 napi belum diketahui keberadaannya, sementara sisanya telah kembali ke lapas dan melaporkan diri.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk proses pengejaran. Polri akan menggunakan database yang dimiliki Kemenkumham untuk memburu para napi.

“Itu kita sedang koordinasi dengan Kemenkumham, dari Kemenkumham kan datanya juga. Saya enggak tahu nih datanya masih ada apa enggak, mungkin kesapu dengan tsunami juga. Yang ada datanya kita akan lakukan pengejaran,” ucap Setyo di Gedung Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/10).

Selain berbekal data, polisi juga akan menggunakan teknologi pengenal wajah atau facial recognition. Terlebih ia menyakini data para napi tersebut telah direkam oleh Kemenkumham.

“Selain kita juga punya data-data pendukung lain seperti sidik jarinya dia, kemudian ciri-ciri khusus, kan semua begitu masuk ke LP pasti dicatat. Moga-moga bisa cepatlah dan tidak keluar dari Sulteng,” imbuh Setyo.

Namun ia mengkhawatirkan para napi tersebut membaur dengan para pengungsi gempa dan tsunami. Hal tersebut menurutnya akan menjadi tantangan tersendiri lantaran saat ini ada sekitar 62.000 pengungsi. (BY)

 238 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: