1.000 TON Beras Premium Siap Ekspor ke Malaysia

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 19:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan keterangan pers usai membuka Rapat Koordinasi Pembentukan Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih di Balai Petitih, Pontianak, Kamis (15/5/2025). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan keterangan pers usai membuka Rapat Koordinasi Pembentukan Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih di Balai Petitih, Pontianak, Kamis (15/5/2025). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kesiapan mengekspor sebanyak 1.000 ton beras premium ke Sarawak, Malaysia, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan optimalisasi produksi pertanian di daerah perbatasan.

“Ekspor ini merupakan bukti keberhasilan Kalbar dalam mencapai surplus beras premium, sekaligus kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan regional di kawasan ASEAN. Kalbar berhasil mencatatkan surplus sekitar 1.400 ton beras premium dan kami siap mengekspor 1.000 ton ke Malaysia pada Juli atau Agustus 2025,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam keterangannya di Pontianak, Kamis (15/5/2025).

Ia menambahkan, bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar daerah memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi nasional.

Kalbar, lanjutnya, telah mengimplementasikan dua program strategis ketahanan pangan yang melibatkan institusi pertahanan dan keamanan.

“Program pertanian padi dilaksanakan bersama Kodam XII/Tanjungpura, sementara pengembangan jagung menjadi tanggung jawab Polda Kalbar. Keduanya telah menunjukkan hasil yang sangat positif,” tuturnya.

Ria Norsan juga menyebutkan bahwa hasil program ketahanan pangan jagung menunjukkan peningkatan produksi hingga tiga kali lipat. Dalam waktu dekat, Kalbar akan menggelar panen raya jagung, yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, produksi padi di Kalbar pada 2024 mencapai 789.291 ton gabah kering giling (GKG), meningkat dari 700.291 ton pada 2023. Sementara itu, produksi beras pada tahun yang sama mencapai 452.440 ton.

Baca Juga :   KENALKAN Jaringan Kantor Baru, Bank Kalsel Gelar Jalan Santai Bersama ASN Pemprov

Untuk periode Januari–Februari 2025, produksi padi tercatat sebanyak 221.153 ton GKG, atau setara dengan 132.000 hingga 144.000 ton beras. Pemerintah menargetkan produksi padi tahun 2025 mencapai 1 juta ton, guna mendorong produksi beras hingga 500.000 ton per tahun.

“Ini membuktikan Kalbar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam kerja sama pangan lintas negara,” kata Ria Norsan, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kalimantan Barat pada 2024 tercatat sebesar 73,1 persen dengan kategori “baik dan tahan pangan”. Angka ini mencerminkan keseriusan Kalbar dalam memperkuat sektor pangan di tengah tantangan global.

Dirinya juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, dunia usaha, serta petani dan masyarakat desa untuk terus bersinergi menjaga keberlanjutan program pangan sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah fondasi pembangunan. Kalbar siap menjadi lumbung pangan perbatasan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar ekspor,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh
MENKEU PURBAYA: Sementara, Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi
E20 DISIAPKAN untuk Pengganti Pertalite dan Pertamax
BPH MIGAS: Belum Ada Pembatasan Pembelian BBM Subsidi
BANK KALSEL Perluas Layanan Syariah, Tiga KCPS Baru Dorong Inklusi Keuangan
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
6.824 PENUMPANG Tiba Selama Arus Balik di Pelabuhan Banjarmasin
DORONG PENURUNAN Tarif Pajak Kendaraan Menjadi Fokus ​Pansus I DPRD Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 22:27

SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 April 2026 - 21:23

TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon

Rabu, 1 April 2026 - 20:31

HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Rabu, 1 April 2026 - 15:34

RANTIS TAMBORA jadi Sorotan Kapolda Kalsel

Rabu, 1 April 2026 - 15:23

SERAHKAN 1.774 Usul Masyarakat untuk RKPD 2027

Rabu, 1 April 2026 - 01:25

SEORANG PELAJAR Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura, Kawasan Kampung Hijau

Berita Terbaru

Itamar Ben-Gvir (tengah), Menteri Keamanan Nasional Israel dan para anggota parlemen merayakan setelah parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang menyetujui hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti membunuh warga Israel, di Knesset, Yerusalem, Senin (30/3/2026). (AP Photo/Itay Cohen)

Internasional

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca